PAREPARE, SUARAJATAPPARENG.COM – Pemerintah Kota Parepare memberi perhatian serius terhadap bayi 7 (tujuh bulan), yang terlahir prematur dan tanpa lubang anus.
Bayi yang tinggal bersama orang tuanya di rumah sangat sederhana, di Kecamatan Bacukiki Barat, Parepare, selama ini mendapatkan pemantauan ketat oleh Dinas Kesehatan dan petugas gizi Puskesmas Lumpue. Pemantauan itu berupa makanan pendamping ASI hingga imunisasi.
Pemkot Parepare pun berkomitmen untuk menanggung biaya pengobatan bayi hingga sembuh.
“Alhamdulillah, sang bayi telah mendapatkan pemantauan ketat oleh Dinas Kesehatan dan petugas gizi Puskesmas. Pemantauan ini berupa makanan pendamping ASI hingga imunisasi,” ungkap Walikota Parepare, Dr HM Taufan Pawe, SH, MH. Dalam akun media sosial facebook resminya. Selasa, 30 Maret 2021.
Bayi yang terlahir prematur tanpa lubang anus telah dilakukan operasi anus buatan yang dikeluarkan melalui dinding perut.
“In Syaa Allah Pemkot Parepare berkomitmen untuk menanggung biaya pengobatan bayi hingga sembuh,” kata Taufan Pawe.
Ayah Bayi, Bhr memiliki delapan anak termasuk bayi, sehari-harinya bekerja sebagai tukang ojek. Kehidupan keluarga ini sangat sederhana. (*Sr/SPS).

