Site icon Suara Ajatappareng

Aliansi Masyarakat, Pemuda Dan Mahasiswa Pinrang Meminta Kadis PMD Dicopot

Unjuk Rasa Aliansi Masyarakat,Pemuda dan Mahasiswa Labupaten Pinrang

PINRANG, SUARAJATAPPARENG.COMI –
Masyarakat, Pemuda Dan Mahasiswa Pinrang, melakukan aksi unjuk rasa Rabu, (6/10/2021) terkait pengadaan mobil layanan kesehatan di 49 desa yang tersebar di 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Pinrang. Menurut pengunjuk rasa, pengadaan mobil layanan kesehatan di desa tersebut, sangat bertentangan Permendes No.13 tahun 2020, tentang PPDT tahun 2021, yang menjelaskan tujuan pembangunan desa.

Adapun tujuan pembangunan desa sebagaimana yang diatur dalam Permendes tersebut, tidak lain adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa, serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana desa, kemudian mengembangkan potensi ekonomi lokal.

Sementara pengadaan mobil layanan kesehatan diseluruh desa tersebut, tidak ada kolerasinya dengan tujuan pembangunan desa seperti yang dijelaskan di Permendes No.13 tahun 2020 sehingga Aliansi Masyarakat, Pemuda dan Mahasiswa meminta kepada Inspektorat Pinrang agar melakukan audit dan investigasi dokumen perencanaan penganggaran desa. Selain itu, Aliansi juga meminta agar mencopot Kadis PMD Kabupaten Pinrang, Andi Mahmud Banci.

Bukan hanya itu, pengadaan mobil layanan kesehatan menurut Aliansi, diduga keras untuk memenuhi janji kampanye Bupati dan telah membebani APBD desa. Sekedar diketahui, sebelum melakukan aksi unjuk rasa, Aliansi Masyarakat Pemuda dan Mahasiswa melakukan Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi I DPRD Pinrang yang dilaksanakan tanggal 12 September 2021, untuk dilakukan klarifikasi. Namun disayangkan, Kepala Dinas PMD tidak bisa memperlihatkan data data yang dibutuhkan.

Bahkan, Aliansi menilai kalau Kadis PMD Pinrang, Andi Mahmud Banci pada saat Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi I SPRD Pinrang, mereka telah menunjukkan ke-arogansiannya dengan mengatakan, Pegadaan Mobil Kesehatan lebih prioritas ketimbang pembangunan Fisik (Infrastruktur). Dengan demikian kata Kadis PMD Pinrang, Andi Mahmud Banci, memerintahkan kesemua desa untuk tidak nenganggarkan Infrastruktur.

Aliansi Masyarakat, Pemuda dan Mahasiswa yang melakukan unjuk sara di beberapa titik, juga melakukan unjuk rasa si gedung DRPD Pinrang dan di terima oleh Ketua DPRD Pinrang untuk melakukan Hearing.

Ketua DPRD Pinrang, Muhtadin saat menerima pengunjuk rasa berjanji akan menindak lanjuti apa yang menjadi tuntutan mahasiswa dan kami akan menyurat ke Bupati Pinrang untuk mengkalirifikasi apa yang menjadi tuntutan adik adik mahasiswa terkait pencopotan Kadis PMD, ungkap Muhtadin.(Ucy)

Exit mobile version