SIDRAP, SUARA AJATAPPARENG – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidrap tengah menyiapkan Rapat Koordinasi (Rakor) Mubaligh sebagai langkah strategis memperkuat program dakwah dan pembinaan umat di daerah.
Kegiatan ini rencananya akan digelar di Lapangan Sepak Bola Bojoe, menghadirkan para mubaligh, pengurus masjid, lurah, kepala desa, hingga camat se-Kabupaten Sidrap. Agenda utama mencakup evaluasi dan penguatan program Jumat Berkah, serta pelantikan serentak pengurus MUI tingkat kecamatan.
Langkah ini dipandang sebagai bentuk sinergi nyata antara pemerintah dan lembaga keagamaan dalam mewujudkan Sidrap yang religius, berkah, dan harmonis.
“Rakor ini akan menjadi forum strategis mempertemukan seluruh pemangku kepentingan keagamaan di daerah. Kita ingin kegiatan dakwah, khususnya program Jumat Berkah, lebih terarah dan terukur,” tegas Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, saat menerima audiensi pengurus MUI Sidrap, Rabu (18/6/2025) di Kantor Bupati, Kelurahan Batu Lappa, Kecamatan Watang Pulu.
Dalam kesempatan itu, Bupati Syaharuddin juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) bagi para mubaligh yang bertugas setiap malam Jumat, sebagai bentuk legalitas dan penguatan tanggung jawab dalam pelayanan umat.
Audiensi tersebut dipimpin Sekretaris MUI Sidrap, Ustaz Dr. Ismail Ma’sa, dan dihadiri Penjabat Sekda Andi Rahmat Saleh, Kadis Kominfo H. Bachtiar, serta jajaran Bagian Kesra.
Ustaz Ismail mengungkapkan pihaknya telah menyiapkan 1.108 mubaligh untuk membina 554 masjid di seluruh wilayah Sidrap, dengan skema dua dai per masjid. Menurutnya, rakor ini bukan hanya soal koordinasi teknis, tetapi juga konsolidasi moral dan spiritual bagi seluruh pelayan umat.
“Kita ingin ada semangat baru dan kebersamaan dalam membangun kehidupan beragama yang lebih aktif, damai, dan mencerahkan,” tuturnya.
Rakor mubaligh dan pelantikan pengurus MUI kecamatan diharapkan menjadi momentum awal konsolidasi dakwah yang lebih masif, sistematis, dan menyentuh lapisan masyarakat hingga pelosok desa. (*AD)

