Site icon Suara Ajatappareng

Sidrap Percepat Pembentukan Brigade Pangan, Target Libatkan 1.350 Petani Muda

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, memimpin langsung rapat koordinasi percepatan pembentukan brigade pangan.

SIDRAP, SUARA AJATAPPARENG — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, terus menggenjot program swasembada pangan nasional. Salah satu langkah strategisnya adalah memperkuat Brigade Pangan, khususnya di kawasan optimalisasi lahan (oplah) non rawa.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, memimpin langsung rapat koordinasi percepatan pembentukan brigade pangan, Rabu malam (18/6/2025), di Baruga Rumah Jabatan Bupati. Rapat ini menghadirkan jajaran penting, seperti Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Serealia Kementan, Dr. Amin Nur; perwakilan BBPP Batangkaluku, Jamaluddin Al Afgani; Ketua DPRD Sidrap, Takyuddin Masse; Penjabat Sekda, Andi Rahmat Saleh; para camat, kepala desa, lurah, BPP, dan unsur petani.

Dr. Amin Nur melaporkan, dari total target 18.000 hektare lahan non rawa yang masuk program optimalisasi, 3.000 hektare telah teregistrasi melalui Sistem Informasi Data (SID), sementara sisanya tengah dalam proses pemutakhiran oleh tim Universitas Hasanuddin.

“Ini progres luar biasa. Sidrap menjadi contoh nyata daerah yang serius mendukung swasembada pangan. Apalagi Pak Bupati sangat responsif,” ungkap Amin.

Ia menambahkan, Brigade Pangan akan menjadi ujung tombak transformasi pertanian modern. Para anggota brigade akan dibekali teknologi canggih, termasuk penggunaan drone pertanian seperti yang diterapkan pada program oplah rawa.

Hal senada disampaikan Jamaluddin Al Afgani dari BBPP Batangkaluku. Menurutnya, peran brigade pangan kini lebih strategis karena mencakup pengelolaan seluruh rantai produksi pertanian dari hulu hingga hilir.

“Termasuk penggilingan padi. Ini menjadikan brigade pangan non rawa lebih komprehensif dibanding sebelumnya,” jelasnya.

Bupati: Petani Muda Harus Sejahtera

Bupati Syaharuddin menegaskan komitmennya menjadikan Sidrap sebagai kabupaten percontohan nasional dalam bidang pertanian. Ia mengungkapkan, saat ini tengah disiapkan tambahan 90 brigade pangan baru, melengkapi 21 brigade yang telah terbentuk sebelumnya.

“Total akan ada 111 brigade. Tapi lebih penting lagi, saya ingin 1.350 petani muda asli Sidrap terlibat aktif. Bukan hanya terdaftar, tapi benar-benar turun tangan di lapangan,” tegasnya.

Syaharuddin menargetkan para petani muda ini menjadi motor penggerak pertanian masa depan, dengan penghasilan menjanjikan hingga Rp15 juta per bulan.

“Kita ingin mengubah persepsi. Bahwa menjadi petani bukan pilihan terakhir, tapi profesi mulia dan menguntungkan. Ini sejalan dengan gagasan Menteri Pertanian yang juga putra terbaik Sidrap,” tandasnya.

Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan bersinergi menyukseskan program ini, demi mewujudkan ketahanan pangan dan mencetak generasi petani unggul.

“Kita ingin Sidrap dikenal bukan hanya sebagai lumbung beras, tapi juga sebagai lumbung inovasi dan regenerasi petani masa depan,” pungkas Syaharuddin. (*Ama)

Exit mobile version