Site icon Suara Ajatappareng

Mahasiswa Kedokteran UNM Jalani Pra Klinik di Poli Kardiovaskuler RSUD Andi Makkasau Parepare

PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG – Upaya meningkatkan kualitas pendidikan calon dokter terus diperkuat melalui kolaborasi antara institusi pendidikan dan fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satunya terlihat dalam kegiatan Pra Klinik Mahasiswa Kedokteran Universitas Negeri Makassar (UNM) Kampus Parepare yang berlangsung di Poli Kardiovaskuler RSUD Andi Makkasau Parepare, Selasa (17/3/2026).

Sebanyak 46 mahasiswa kedokteran semester IV mengikuti kegiatan pembelajaran awal dunia klinis tersebut. Para mahasiswa dibagi ke dalam beberapa kelompok kecil, masing-masing terdiri dari sekitar enam orang, untuk memudahkan proses observasi, diskusi ilmiah, serta pendampingan langsung dari tenaga medis.

Pendamping mahasiswa, dr. Najwatulhusna, menjelaskan bahwa kegiatan pra klinik ini merupakan bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa sebelum memasuki tahap pendidikan klinik yang lebih intensif di rumah sakit.

“Mahasiswa yang datang hari ini berjumlah 46 orang dan dibagi dalam beberapa kelompok kecil. Tujuannya agar mereka dapat lebih fokus memahami proses pelayanan medis, khususnya di bidang kardiovaskuler,” jelasnya.

Menurutnya, pengalaman langsung di lingkungan rumah sakit menjadi bekal awal yang sangat penting bagi mahasiswa kedokteran untuk memahami praktik medis secara nyata, sekaligus membangun sikap profesional dan empati terhadap pasien.

Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa juga mendapat bimbingan langsung dari dokter spesialis jantung, dr. Okto Sofyan Hasan, Sp.JP, yang bertugas di Poli Kardiovaskuler RSUD Andi Makkasau.

Dalam sesi pembelajaran, dr. Okto memberikan pengenalan dasar mengenai pemeriksaan jantung, pemahaman penyakit kardiovaskuler yang umum ditemui, serta pentingnya pendekatan klinis yang teliti dan humanis dalam menangani pasien.

Ia menekankan bahwa ilmu kedokteran tidak hanya menuntut penguasaan teori, tetapi juga kemampuan membaca kondisi pasien secara komprehensif.

“Calon dokter harus memahami bahwa setiap pasien adalah manusia yang membutuhkan perhatian, empati, dan ketelitian dalam diagnosis maupun terapi. Proses belajar seperti ini menjadi fondasi penting sebelum mereka masuk ke tahap praktik klinis yang lebih kompleks,” ungkapnya.

Kegiatan pra klinik tersebut juga menjadi momentum bagi mahasiswa untuk melihat secara langsung bagaimana sistem pelayanan kesehatan berjalan di rumah sakit daerah, termasuk koordinasi antar tenaga medis dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga menumbuhkan etika profesi, kedisiplinan, serta komitmen pengabdian kepada masyarakat sebagai calon dokter di masa depan.
RSUD Andi Makkasau Parepare sendiri terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan kesehatan sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan sumber daya manusia di bidang medis sekaligus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.

Kehadiran para mahasiswa kedokteran di lingkungan rumah sakit ini menjadi bukti bahwa proses pembelajaran kedokteran tidak hanya berlangsung di ruang kuliah, tetapi juga di tengah realitas pelayanan kesehatan yang sesungguhnya—sebuah proses pembentukan dokter masa depan yang kompeten, berintegritas, dan berjiwa kemanusiaan.(*AD)

Exit mobile version