Site icon Suara Ajatappareng

Duka Dunia Pers: Sekjen Persatuan Wartawan Indonesia Berpulang, Wariskan Integritas dan Perjuangan Jurnalistik

Oleh : Abdul Razak Arsyad, S.H.,M.H.

JAKARTA, SUARA AJATAPPARENG – Kabar duka datang dari dunia pers nasional. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dikabarkan telah berpulang ke rahmatullah. Ungkapan Innalillahi Wainnailaihi Raji’un mengiringi kepergian sosok yang selama ini dikenal sebagai pejuang konsistensi dan integritas jurnalistik di Indonesia.

Kepergian beliau bukan hanya menjadi kehilangan bagi keluarga dan kolega terdekat, tetapi juga meninggalkan duka mendalam bagi komunitas pers di seluruh tanah air. Dalam perjalanan kariernya, almarhum dikenal sebagai figur yang memiliki komitmen kuat dalam memperjuangkan kepentingan wartawan serta menjaga marwah organisasi profesi.

Ketua SMSI Kota Parepare, Abdul Razak Arsyad, menyampaikan rasa kehilangan yang mendalam atas wafatnya tokoh tersebut. Ia mengenang almarhum sebagai pribadi sederhana, terbuka, dan penuh dedikasi.

“Beliau bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi juga sosok yang dekat dengan insan pers di berbagai daerah. Saya masih ingat saat Kongres di Bandung, kami sempat berbincang santai sambil ngopi. Saat itu beliau masih memimpin PWI Provinsi Riau, namun pemikirannya sudah jauh ke depan untuk kemajuan organisasi,” ungkapnya.

Menurutnya, almarhum merupakan bagian dari generasi jurnalis yang tidak hanya aktif dalam pemberitaan, tetapi juga berani mengambil sikap terhadap dinamika internal organisasi. Peran beliau dalam mendorong transparansi dan pembenahan di tubuh PWI, termasuk dalam proses menuju Kongres Luar Biasa, menjadi catatan penting dalam sejarah organisasi tersebut.

Penunjukan beliau sebagai Sekretaris Jenderal PWI menjadi bukti kepercayaan atas kapasitas dan integritas yang dimilikinya. Namun takdir berkata lain, di tengah pengabdiannya, beliau dipanggil lebih dahulu oleh Sang Pencipta.

Secara edukatif, kepergian tokoh ini menjadi pengingat bagi insan pers tentang pentingnya menjaga nilai-nilai dasar jurnalistik: independensi, keberanian, dan tanggung jawab moral. Dunia pers tidak hanya membutuhkan kemampuan menulis dan menyampaikan informasi, tetapi juga integritas dalam memperjuangkan kebenaran.

Secara konstruktif, momentum duka ini diharapkan dapat memperkuat solidaritas antarwartawan dan organisasi pers. Perbedaan pandangan yang selama ini muncul hendaknya diarahkan menjadi energi positif untuk memperbaiki tata kelola organisasi dan meningkatkan profesionalisme.

Dan secara produktif, warisan pemikiran serta perjuangan almarhum seharusnya tidak berhenti pada kenangan. Generasi jurnalis saat ini memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan semangat tersebut, menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas, serta menjaga kepercayaan publik terhadap media.

Kepergian beliau adalah kehilangan, namun juga meninggalkan jejak perjuangan yang layak diteruskan.
Selamat jalan, pejuang pers. Dedikasi dan pengabdianmu akan selalu menjadi bagian dari perjalanan sejarah jurnalistik Indonesia.

Exit mobile version