PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG — Semangat memakmurkan masjid kembali digaungkan oleh Majelis Syuhada Kota Parepare melalui Gerakan Safari Shalat Subuh Berjamaah yang akan digelar pada Jumat Subuh, 8 Mei 2026, di Masjid Besar Al Irsyad Parepare.
Kegiatan yang menjadi agenda rutin ini tidak sekadar mengajak umat menunaikan shalat Subuh berjamaah, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Para jamaah dijadwalkan hadir sejak pukul 03.00 WITA untuk melaksanakan rangkaian ibadah sunnah, di antaranya shalat Taubat, Hajat, Tasbih, Tahajjud, hingga Witir.
Ketua Pengurus Masjid Besar Al Irsyad Ujung Baru, Sudirman L, dijadwalkan memberikan sambutan penerimaan jamaah. Sementara tausiyah Subuh akan disampaikan oleh Nidaul Islam, yang dikenal aktif dalam pembinaan generasi muda Islam.
Muassis Majelis Syuhada Parepare, Bakhtiar Syarifuddin, dalam keterangannya menegaskan pentingnya konsistensi dalam menjaga shalat Subuh berjamaah sebagai bagian dari gerakan moral dan spiritual umat.
“Ini bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi upaya membangun peradaban dari masjid. Kita ingin menumbuhkan kesadaran bahwa Subuh berjamaah adalah pondasi kekuatan umat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh anggota dan masyarakat luas untuk menyebarluaskan informasi kegiatan ini melalui berbagai platform media sosial, mengingat masih banyak masyarakat yang menantikan informasi kegiatan keagamaan seperti ini.
Gerakan ini mengusung semangat Istiqomah dengan tiga pilar utama: menjaga shalat Subuh berjamaah, gemar bersedekah, serta mempererat silaturahim. Selain itu, panitia juga menganjurkan jamaah mengenakan busana putih sebagai simbol kesucian dan kebersamaan, yakni gamis atau jubah putih bagi pria serta mukenah polos putih bagi wanita.
Secara konstruktif, kegiatan ini dinilai memiliki dampak sosial yang luas. Selain meningkatkan kualitas ibadah individu, Safari Subuh juga menjadi ruang konsolidasi umat dalam membangun solidaritas sosial, memperkuat nilai kebersamaan, serta mendorong gerakan kebaikan di tengah masyarakat.
Di tengah tantangan kehidupan modern yang cenderung individualistik, gerakan seperti ini menjadi pengingat bahwa masjid tetap memiliki peran strategis sebagai pusat peradaban, pendidikan, dan pembinaan umat.
Dengan pendekatan yang edukatif dan inklusif, Majelis Syuhada Parepare berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, sehingga masjid tidak hanya ramai saat waktu tertentu, tetapi hidup dan berdenyut sepanjang waktu.
“Semoga ini menjadi wasilah terhapusnya dosa dan bertambahnya amal kebaikan bagi kita semua,” tutup Bakhtiar.
Salam Pejuang Subuh. (*AD).

