Site icon Suara Ajatappareng

Pra Musda ICMI Orda Parepare Matangkan Agenda Strategis Musda VI

PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG — Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VI, Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Daerah (Orda) Parepare menggelar Pra Musda pada Jumat, 1 Mei, bertempat di Kampus Institut Teknologi Habibie. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi penting guna memastikan seluruh rangkaian Musda berjalan terarah, demokratis, dan produktif.

Pra Musda dihadiri oleh pengurus harian ICMI Orda Parepare, perwakilan Organisasi Satuan (Orsat), serta Badan Otonom (Batom), termasuk Pemuda ICMI. Dalam suasana penuh semangat kebersamaan, forum ini membahas secara komprehensif agenda sidang pleno yang akan menjadi inti Musda VI.

Agenda diawali dengan pematangan skema pembukaan Musda yang bersifat seremonial, dilanjutkan dengan pengaturan waktu setiap item acara secara proporsional dan efisien. Hal ini dilakukan untuk memastikan Musda berlangsung tertib dan memberikan ruang yang cukup bagi setiap peserta untuk berkontribusi secara maksimal.

Salah satu sesi yang menjadi sorotan adalah diskusi cendekia bertema penyatuan organisasi kemasyarakatan Islam dalam perspektif sosio-historis. Materi ini disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Ahmad Sewang, yang menekankan pentingnya kesadaran sejarah dan peran strategis cendekiawan dalam merawat persatuan umat di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

Selain agenda substansi, forum juga membahas mekanisme penjaringan dan penetapan calon Ketua ICMI Orda Parepare. Proses ini dirancang secara transparan dan akuntabel, dimulai dari pengajuan bakal calon oleh Orda, Orsat, dan Batom, kemudian diverifikasi oleh Steering Committee. Bakal calon yang memenuhi persyaratan ditetapkan sebagai calon resmi untuk dipilih dalam Musda.

Komposisi suara dalam pemilihan juga telah disepakati, yakni sembilan suara dari pengurus Orda, 24 suara dari delapan Orsat, satu suara dari perwakilan Orwil, serta tiga suara dari Batom. Total suara ini mencerminkan prinsip representasi yang adil dan inklusif dalam tubuh ICMI.

Perdebatan yang cukup dinamis terjadi dalam pembahasan persyaratan calon ketua, khususnya terkait integritas personal, termasuk ketentuan bahwa calon tidak pernah atau sedang menjalani hukuman. Meski berlangsung alot, forum tetap berjalan kondusif dan akhirnya mencapai kesepakatan bersama. Dengan disahkannya tata tertib pemilihan dalam Pra Musda, maka agenda ini tidak lagi menjadi perdebatan pada saat Musda berlangsung.

Tak kalah penting, Pra Musda juga menyepakati mekanisme penyampaian Laporan Pertanggungjawaban (LPJ). Setiap Orsat dan Batom diberikan kesempatan selama tiga menit untuk memberikan tanggapan, sebagai bentuk partisipasi aktif sekaligus kontrol organisasi yang sehat.

Setelah penutupan Pra Musda, kegiatan dilanjutkan dengan rapat panitia guna mengevaluasi kesiapan teknis pelaksanaan Musda. Panitia telah mengidentifikasi berbagai aspek yang telah rampung maupun yang masih perlu ditindaklanjuti, dengan target seluruh persiapan selesai paling lambat sehari sebelum Musda digelar.

Pra Musda ini mencerminkan komitmen ICMI Orda Parepare dalam membangun tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kemajuan umat. Dengan perencanaan yang matang dan semangat kolaboratif, Musda VI diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang visioner serta program kerja yang berdampak nyata bagi masyarakat.

(Redaksi SUARA AJATAPPARENG)

Exit mobile version