PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG — Anggota DPRD Kota Parepare, Asy’ari Abdullah kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelayanan masyarakat melalui aksi sosial penyaluran ratusan kursi inventaris bagi warga di Kelurahan Galung Maloang, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare.
Penyaluran bantuan tersebut dilakukan secara simbolis saat kegiatan reses atau temu konstituen yang berlangsung pada Kamis (14/5/2026). Program itu disambut antusias masyarakat karena dinilai menyentuh langsung kebutuhan warga dalam menunjang berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.
Dalam sambutannya, Asy’ari menegaskan bahwa kehadirannya di tengah masyarakat bukan sekadar agenda politik sesaat, melainkan bentuk konsistensi pengabdian setelah dipercaya menjadi wakil rakyat.
“Ini wujud komitmen kami untuk tetap berkomunikasi dengan bapak-bapak dan ibu-ibu. Bukan karena pemilihan sudah selesai lalu urusan juga selesai. Tidak seperti itu,” ujar Asy’ari di hadapan warga.
Politisi yang dikenal aktif menyapa masyarakat Bacukiki itu menyampaikan bahwa jabatan legislatif yang diembannya dipandang sebagai sarana memperluas manfaat dan pengabdian kepada masyarakat.
“Saya ingin jabatan anggota DPRD ini menjadi ladang pahala untuk mengabdi. Saya ingin berbuat lebih untuk masyarakat Bacukiki, bukan sekadar mencari keuntungan pribadi,” tegasnya.
Asy’ari bahkan menyinggung usaha propertinya di kawasan Bacukiki sebagai contoh bahwa dirinya tetap memilih hadir membantu masyarakat di tengah kesibukan bisnis yang dijalankannya.
Ia menyebut kawasan perumahan Mario City yang dikembangkannya memiliki kapasitas sekitar 1.500 unit rumah, dengan lebih dari 580 unit telah terbangun dan terus berkembang.
“Kalau saya hanya mengejar keuntungan, saya tinggal fokus membangun perumahan. Tapi saya tidak mau begitu. Saya ingin berbagi dan tetap hadir untuk masyarakat,” tambahnya.
Dalam program sosial tersebut, bantuan kursi dibagikan secara bertahap di puluhan titik strategis lingkungan warga. Kursi-kursi itu nantinya digunakan untuk mendukung kegiatan sosial seperti hajatan, pertemuan warga, hingga kegiatan keagamaan.
Menurut Asy’ari, hingga saat ini sedikitnya 1.000 unit kursi telah mulai disalurkan di sekitar 20 titik dari total target 46 hingga 48 titik distribusi.
“Sudah ada sekitar 1.000 pieces kursi yang kami bagi. Di beberapa titik seperti rumah Haji Yuli, wilayah Pak Sahran, dan Om Abbas masing-masing sudah ditempatkan sekitar 50 kursi,” jelasnya.
Selain menyerahkan bantuan fisik, Asy’ari juga membuka ruang komunikasi yang lebih luas kepada masyarakat. Ia meminta warga tidak ragu menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi, baik terkait administrasi kependudukan, layanan publik, hingga persoalan sosial lainnya.
“Kalau ada masalah tanah, masalah KTP atau kebutuhan administrasi lainnya, silakan sampaikan. Jangan malu-malu. Kalau ada yang bisa kami bantu, tentu akan kami bantu,” katanya.
Kehadiran program bantuan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat Galung Maloang. Salah seorang warga, Eni, mengaku bersyukur karena kursi inventaris menjadi kebutuhan penting yang selama ini sering menyulitkan warga ketika menggelar kegiatan.
“Bahagia sekali mendengar akan ada pembagian kursi. Semoga wilayah kami juga bisa difasilitasi,” ujarnya.
Menurutnya, selama ini warga kerap harus meminjam kursi dari tempat lain setiap kali ada hajatan atau kegiatan lingkungan.
“Kalau ada acara, kami masih pinjam-pinjam kursi. Sementara di tempat lain sudah ada fasilitas seperti ini. Alhamdulillah sekarang mulai diperhatikan,” tuturnya.
Program sosial yang dilakukan Asy’ari Abdullah dinilai menjadi contoh pendekatan politik pelayanan yang tidak berhenti pada momentum pemilihan, tetapi terus berlanjut melalui keterlibatan nyata dalam kebutuhan masyarakat sehari-hari.(*AD).

