MAKASSAR, SUARA AJATAPPARENG – Dunia pers Sulawesi Selatan tentu tidak asing dengan nama Suwardi Thahir. Sosok yang dikenal tenang, berpengalaman, dan konsisten membangun ekosistem jurnalistik itu memiliki perjalanan panjang dalam dunia media, pendidikan, serta organisasi kemasyarakatan.
Lahir di Jambi pada 17 Agustus 1962, Suwardi Thahir tumbuh dengan semangat belajar yang kuat. Ia menempuh pendidikan dasar di SD Aisyiah I Makassar, kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 7 Makassar dan SMA Negeri 2 Makassar. Komitmennya terhadap pendidikan berlanjut hingga perguruan tinggi dengan menyelesaikan program Sarjana dan Magister di Universitas Hasanuddin.
Dalam kehidupan keluarga, Suwardi Thahir dikenal sebagai figur yang sederhana dan hangat. Bersama sang istri, Hj. Sitti Faridah, ia membina keluarga dengan lima orang anak, yakni A.R. Fauzi, Dwi Rezky Kristio, Tria S.A, Siti Fatima Azzahra, dan Alea Salsabila.
Mengabdi dan Membina Dunia Pers
Karier jurnalistik Suwardi Thahir berkembang melalui berbagai posisi strategis di media dan organisasi wartawan. Pengalamannya sebagai Pemimpin Redaksi Harian FAJAR pada periode 2001–2003 dan 2004–2006 menjadi salah satu tonggak penting perjalanan profesionalnya.
Tak hanya aktif di ruang redaksi, ia juga dipercaya menduduki sejumlah posisi penting di lingkungan Persatuan Wartawan Indonesia Sulawesi Selatan. Mulai dari pengurus PWI Sulsel periode 2016–2021 hingga 2021–2026, serta menjabat Ketua Bidang Pendidikan PWI Sulsel.
Dedikasinya terhadap peningkatan kualitas wartawan juga terlihat melalui amanah sebagai Asesor Uji Kompetensi Wartawan Lembaga Uji PWI sejak 2019 hingga sekarang. Peran tersebut menempatkannya sebagai salah satu figur yang aktif mendorong profesionalisme dan standar kompetensi jurnalistik di Indonesia.
Selain itu, Suwardi Thahir juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Forum Pemimpin Redaksi Multimedia Indonesia sejak 2016 hingga sekarang, memperkuat kiprahnya dalam pengembangan media modern dan transformasi digital pers nasional.
Namun bagi banyak wartawan muda di Sulawesi Selatan, sosok Suwardi Thahir bukan hanya dikenal sebagai pengurus organisasi atau pimpinan media. Ia juga dipandang sebagai guru, pembimbing, sekaligus figur yang banyak melahirkan generasi jurnalis baru.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia Kota Parepare, Abdul Razak Arsyad, S.H., M.H., menilai Suwardi Thahir memiliki peran besar dalam membangun karakter wartawan muda di daerah.
“Beliau bukan hanya sekadar wartawan. Beliau sudah banyak memberi kepada jurnalis. Bukan hanya pendidikan, tetapi juga menjadi suhu dan guru bagi wartawan muda di Sulawesi Selatan,” ungkap Abdul Razak Arsyad.
Menurutnya, perjalanan lahirnya media Suarajatappareng.com juga tidak lepas dari bimbingan dan arahan Suwardi Thahir.
“Saya dibimbing beliau hingga hadirnya media Suarajatappareng.com. Saya masih ingat pesan beliau, ‘Kamu cukup kembangkan mediamu dulu di lima daerah Ajatappareng. Insya Allah kau akan hebat.’ Pesan itu sederhana, tetapi sangat bermakna dan menjadi pegangan sampai hari ini,” kenang mantan Ketua PWI Parepare tersebut.
Bagi Abdul Razak, nasihat itu bukan hanya soal membangun media, tetapi juga tentang konsistensi, fokus, dan kesabaran dalam bertumbuh. Ia menilai Suwardi Thahir selalu mengajarkan bahwa media yang kuat lahir dari kedekatan dengan masyarakat dan keberanian menjaga idealisme jurnalistik.
Aktif di Dunia Akademik dan Organisasi
Tidak hanya di bidang jurnalistik, Suwardi Thahir juga aktif di dunia akademik sebagai dosen di Universitas Fajar sejak 2016 hingga saat ini.
Di bidang organisasi kemasyarakatan, kiprahnya juga cukup luas. Ia dipercaya menjadi Ketua Bidang Informasi IKA Universitas Hasanuddin periode 2022–2026, serta aktif di Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) sebagai Ketua Bidang Humas dan Media.
Kepercayaan juga datang dari berbagai organisasi nasional lainnya, seperti Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), di mana ia menjabat Humas Dewan Pengurus Nasional.
Figur Berpengalaman dan Visioner
Perjalanan panjang Suwardi Thahir menunjukkan kombinasi antara pengalaman jurnalistik, kemampuan manajerial, dan kapasitas organisasi yang matang. Kiprahnya di media, pendidikan, hingga organisasi sosial menjadi gambaran tentang sosok yang tidak hanya fokus pada profesi, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia dan penguatan kelembagaan pers.
Di tengah dinamika dunia media yang terus berubah, figur dengan pengalaman panjang dan pemahaman lintas sektor dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting dalam menjaga marwah jurnalistik, profesionalisme wartawan, dan arah organisasi pers ke depan.
Melalui rekam jejak tersebut, Suwardi Thahir dinilai sebagai salah satu tokoh pers Sulawesi Selatan yang memiliki pengalaman lengkap, jaringan luas, dan dedikasi panjang terhadap dunia jurnalistik dan organisasi kemasyarakatan.(*AD).

