PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG — Peringatan Hari Kebangkitan Nasional bukan sekadar seremoni tahunan yang dipenuhi slogan dan agenda formalitas. Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin modern, momentum kebangkitan nasional justru dinilai harus dimaknai sebagai kebangkitan kesadaran kolektif bangsa dalam membangun peradaban yang cerdas, bermartabat, dan berintegritas melalui pemanfaatan media digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia Kota Parepare, Abdul Razak Arsyad, S.H., M.H., menegaskan bahwa media siber memiliki posisi strategis dalam mengawal arah kebangkitan bangsa di era teknologi modern saat ini. Menurutnya, media tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan, tetapi harus tampil sebagai penggerak semangat pembangunan nasional.
“Jangan hanya melihat kebangkitan nasional sebagai sebuah seremoni kehidupan semata. Momentum ini harus menjadi panggilan moral bagi media siber untuk ikut bangkit membangun negeri melalui peran media dalam menyampaikan semangat masyarakat dari berbagai sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Abdul Razak Arsyad, Rabu (20/5/2026).
Ia menilai, perkembangan teknologi digital telah membuka ruang besar bagi masyarakat untuk memperoleh informasi secara cepat dan luas. Namun di sisi lain, derasnya arus informasi juga menghadirkan tantangan serius berupa penyebaran hoaks, polarisasi sosial, hingga menurunnya kualitas literasi publik.
Karena itu, Abdul Razak menekankan pentingnya media siber menjaga idealisme jurnalistik dengan menghadirkan informasi yang edukatif, konstruktif, produktif, serta mampu memberikan pencerahan kepada masyarakat.
Menurutnya, media siber saat ini bukan hanya alat penyampai berita, tetapi juga instrumen penting dalam membangun karakter bangsa, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan optimisme masyarakat terhadap masa depan Indonesia.
“Media memiliki kekuatan membangun kesadaran publik. Ketika media menyuarakan semangat persatuan, pendidikan, ekonomi kerakyatan, budaya gotong royong, dan nilai kebangsaan, maka media telah menjadi bagian nyata dari kebangkitan nasional itu sendiri,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Sekretaris Serikat Media Siber Indonesia Kota Parepare, Anju Mandji, S.S., juga menyampaikan harapan agar momentum Hari Kebangkitan Nasional menjadi titik penguatan jiwa nasionalisme di kalangan insan pers dan media digital.
Menurut Anju Mandji, media memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kualitas informasi di tengah derasnya arus digitalisasi yang berkembang begitu cepat. Ia mengajak seluruh media untuk menjadikan profesionalisme, etika jurnalistik, dan kejujuran sebagai fondasi utama dalam menyajikan informasi kepada masyarakat.
“Dengan semangat kebangkitan nasional ini, mari bersama membangkitkan jiwa nasionalisme melalui pemberitaan yang sehat, mencerdaskan, dan bebas dari hoaks. Media harus menjadi rumah informasi yang dapat dipercaya masyarakat,” ungkap Anju Mandji.
Di tengah transformasi digital yang semakin pesat, keberadaan media siber dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas sosial dan demokrasi. Media dituntut tidak hanya cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga bijaksana dalam menjaga akurasi, etika, dan kepentingan publik.
Momentum Hari Kebangkitan Nasional 2026 pun menjadi refleksi bahwa kebangkitan bangsa tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan kemajuan teknologi, tetapi juga dari bangkitnya kesadaran moral, intelektual, dan nasionalisme seluruh elemen masyarakat, termasuk insan media.
Dengan semangat tersebut, Serikat Media Siber Indonesia Kota Parepare mengajak seluruh media siber di Indonesia untuk terus menjadi garda terdepan dalam menjaga persatuan, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta mengawal pembangunan nasional melalui karya jurnalistik yang bermartabat dan berkeadaban.(*AD).

