KUALA LUMPUR, SUARA AJATAPPARENG — Dunia olahraga Indonesia kembali mendapatkan kebanggaan besar di level internasional. Sosok Dr. H. Surianto, S.Ag., MM kini resmi menjadi salah satu figur penting dalam jajaran kepemimpinan sepak takraw dunia, sebuah capaian prestisius yang dinilai sebagai momentum strategis bagi kebangkitan olahraga nasional, khususnya cabang sepak takraw.
Kepercayaan internasional tersebut hadir di tengah amanah besar yang baru saja diemban Dr. H. Surianto sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) periode 2026–2029. Penunjukan itu sekaligus mempertegas bahwa Indonesia kini semakin diperhitungkan dalam percaturan olahraga dunia.
Di kalangan insan olahraga, nama H. Surianto dikenal bukan hanya sebagai organisatoris yang matang, tetapi juga figur visioner yang memiliki komitmen kuat terhadap pembinaan olahraga berkelanjutan. Kepemimpinannya dinilai membawa semangat baru dalam membangun sepak takraw Indonesia agar mampu bersaing di level global dengan sistem yang modern dan profesional.
Kepercayaan besar dari International Sepaktakraw Federation (ISTAF) kepada Dr. H. Surianto menjadi simbol meningkatnya posisi tawar Indonesia dalam struktur kepengurusan olahraga internasional. Hal ini sekaligus membuka ruang diplomasi olahraga yang lebih luas bagi Indonesia dalam menentukan arah kebijakan, regulasi, hingga agenda kejuaraan dunia di masa mendatang.
Banyak pihak menilai, hadirnya tokoh Indonesia dalam jajaran elit sepak takraw dunia bukan sekadar pencapaian personal, melainkan kebanggaan nasional yang membawa dampak besar terhadap masa depan olahraga Tanah Air.
Di bawah kepemimpinan H. Surianto, PB PSTI diproyeksikan akan bergerak lebih progresif melalui penguatan tata kelola organisasi yang transparan, profesional, dan berdaya saing internasional. Reformasi pembinaan atlet juga diyakini akan menjadi fokus utama demi melahirkan generasi atlet sepak takraw Indonesia yang tangguh dan kompetitif.
Selain pembinaan, penguatan kompetisi domestik menjadi agenda penting yang mulai mendapat perhatian serius. Salah satu program unggulan yang dinantikan publik olahraga adalah pembentukan Liga Sepak Takraw Indonesia, yang diharapkan menjadi wadah lahirnya atlet-atlet muda potensial dari berbagai daerah.
Program tersebut dinilai bukan hanya akan meningkatkan kualitas kompetisi nasional, tetapi juga memperkuat ekosistem olahraga daerah agar lebih produktif dalam mencetak talenta-talenta baru menuju panggung internasional.
Langkah strategis yang dijalankan H. Surianto juga dianggap mampu memperkuat sinergi antara pembinaan daerah, pengurus nasional, dan federasi dunia. Dengan jaringan internasional yang semakin luas, peluang Indonesia untuk menjadi tuan rumah berbagai event internasional pun semakin terbuka.
Di sisi lain, performa tim nasional sepak takraw Indonesia yang terus menunjukkan tren positif menjadi modal penting menghadapi berbagai agenda besar dunia, termasuk Asian Games 2026 di Jepang.
PB PSTI di bawah kepemimpinan Dr. H. Surianto diharapkan mampu mempersiapkan skuad Merah Putih secara maksimal, baik dari sisi pembinaan teknik, mental bertanding, hingga penguatan kompetisi yang berkesinambungan.
Momentum ini pun menjadi simbol kebangkitan baru sepak takraw Indonesia. Kehadiran Dr. H. Surianto di level internasional menghadirkan optimisme besar bahwa Indonesia tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga mampu tampil sebagai kekuatan utama sepak takraw Asia bahkan dunia.
Dengan pengalaman organisasi, jaringan internasional, serta visi besar yang dimiliki, H. Surianto diyakini mampu membawa sepak takraw Indonesia memasuki era baru yang lebih maju, bermartabat, dan berprestasi di panggung global.(*AD)

