Oleh: Abdul Razak Arsyad, S.H.,M.H. (Redaksi SUARA AJATAPPARENG)
MAKASSAR, SUARA AJATAPPARENG — Terpilihnya Suwardi Thahir sebagai Ketua **Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan secara aklamasi pada Konferensi Provinsi PWI Sulsel, 2 Juni 2026, menjadi salah satu momentum penting dalam perjalanan organisasi kewartawanan terbesar di daerah ini.
Aklamasi bukan sekadar mekanisme pemilihan. Lebih dari itu, aklamasi mencerminkan tingkat kepercayaan, penerimaan, dan harapan besar dari anggota terhadap sosok yang dinilai mampu mempersatukan berbagai elemen dalam organisasi. Dalam konteks PWI Sulsel, kepercayaan tersebut tertuju kepada Suwardi Thahir, figur yang selama ini dikenal luas memiliki pengalaman panjang di dunia pers, kemampuan membangun komunikasi lintas generasi, serta komitmen terhadap penguatan profesionalisme wartawan.
Banyak kalangan menilai, terpilihnya Suwardi Thahir membuka lembaran baru bagi PWI Sulsel untuk melakukan pembenahan organisasi secara menyeluruh, memperkuat kapasitas anggota, serta meningkatkan peran strategis pers dalam mendukung pembangunan daerah dan penguatan demokrasi.
Sosok yang Diterima Semua Kalangan
Dalam perjalanan kariernya, Suwardi Thahir dikenal sebagai pribadi yang sederhana, ramah, dan mudah berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat maupun insan pers. Karakter kepemimpinan yang mengedepankan dialog dan kebersamaan menjadi salah satu alasan mengapa dirinya mampu diterima oleh berbagai kelompok di lingkungan PWI Sulsel.
Di tengah dinamika organisasi yang kerap menghadapi berbagai tantangan, figur pemersatu menjadi kebutuhan utama. Banyak wartawan senior maupun generasi muda memandang Suwardi sebagai sosok yang mampu menjembatani perbedaan, membangun komunikasi yang sehat, serta menghadirkan suasana organisasi yang lebih inklusif.
Tidak hanya itu, visi dan misi yang diusungnya juga dinilai memberikan arah yang jelas bagi masa depan PWI Sulsel. Penguatan kompetensi wartawan, peningkatan kesejahteraan anggota, digitalisasi organisasi, serta penguatan etika dan profesionalisme menjadi sejumlah agenda yang mendapat perhatian dalam kepemimpinannya lima tahun ke depan.
Guru bagi Banyak Wartawan
Bagi sebagian besar wartawan di Sulawesi Selatan, Suwardi Thahir bukan hanya seorang organisatoris, melainkan juga seorang pembimbing dan guru yang telah banyak melahirkan generasi jurnalis.
Pandangan tersebut juga disampaikan oleh Abdul Razak Arsyad, yang mengenal Suwardi Thahir sebagai sosok mentor yang memiliki perhatian besar terhadap perkembangan media dan sumber daya manusia di bidang jurnalistik.
Menurut Abdul Razak, salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah ketika dirinya mendapatkan arahan dan bimbingan langsung dari Suwardi Thahir dalam proses membangun dan mengembangkan media SUARA AJATAPPARENG.
“Beliau bukan hanya memberikan motivasi, tetapi juga membimbing secara nyata. Dari beliau kami belajar bahwa media bukan sekadar sarana menyampaikan informasi, melainkan instrumen edukasi, kontrol sosial, dan pengabdian kepada masyarakat. Banyak nilai yang kami pelajari dari pengalaman dan keteladanan beliau,” ungkap Abdul Razak.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran bagaimana Suwardi Thahir selama ini tidak hanya fokus pada aktivitas organisasi, tetapi juga berkontribusi dalam mencetak dan membina insan pers yang berkualitas.
Harapan Besar untuk Masa Depan PWI Sulsel
Terpilihnya Suwardi Thahir secara aklamasi juga menghadirkan optimisme baru bagi masa depan PWI Sulsel. Tantangan dunia jurnalistik saat ini tidaklah ringan. Perkembangan teknologi informasi, disrupsi digital, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi, hingga tuntutan peningkatan kompetensi wartawan menjadi pekerjaan rumah yang harus dihadapi bersama.
Di tengah tantangan tersebut, kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan mampu merangkul seluruh elemen organisasi menjadi kebutuhan mendesak. Banyak pihak berharap Suwardi Thahir dapat membawa PWI Sulsel menjadi organisasi yang semakin profesional, independen, bermartabat, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Momentum aklamasi yang terjadi pada 2 Juni 2026 menjadi simbol kuat bahwa kebersamaan dan persatuan masih menjadi modal utama organisasi. Dengan pengalaman, kapasitas, dan rekam jejak yang dimiliki, Suwardi Thahir diharapkan mampu mengemban amanah tersebut dengan baik.
Lebih dari sekadar kemenangan dalam sebuah konferensi, terpilihnya Suwardi Thahir merupakan harapan kolektif insan pers Sulawesi Selatan untu menghadirkan organisasi yang lebih kuat, lebih solid, dan lebih berdaya guna bagi anggota maupun masyarakat luas.
PWI Sulsel kini memasuki babak baru. Dan di bawah kepemimpinan Suwardi Thahir, banyak mata menaruh harapan bahwa organisasi ini akan semakin maju, menjadi rumah besar yang nyaman bagi wartawan, sekaligus menjadi pilar penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan kehidupan pers yang sehat di Sulawesi Selatan.

