JAKARTA, SUARA AJATAPPARENG – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Letjen TNI (Purn.) Marciano Norman, menerima kunjungan Presiden Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF), Datuk Abdul Halim Kader, Sekretaris Jenderal International Sepaktakraw Federation (ISTAF), serta Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI), Dr. H. Surianto A.M., S.Ag., M.M., di Kantor KONI Pusat, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Pertemuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Presiden ASTAF dan Sekjen ISTAF ke Indonesia yang berlangsung pada 8–12 Juni 2026. Turut hadir dalam pertemuan itu jajaran pengurus PB PSTI, pengurus ASTAF, serta sejumlah tokoh olahraga nasional.
Dalam suasana penuh keakraban dan semangat kebersamaan, berbagai isu strategis terkait pengembangan olahraga sepak takraw dibahas secara mendalam. Fokus pembahasan meliputi peningkatan prestasi atlet Indonesia, penguatan pembinaan usia dini, pengembangan kompetisi nasional, hingga upaya memperluas eksistensi sepak takraw Indonesia di tingkat internasional.
Ketua Umum PB PSTI, Dr. H. Surianto A.M., S.Ag., M.M., menyampaikan bahwa dukungan KONI Pusat sangat penting dalam mendorong kemajuan sepak takraw nasional. Menurutnya, PB PSTI saat ini tengah menjalankan berbagai program pembinaan dan kompetisi berkelanjutan, termasuk pelaksanaan Liga Sepak Takraw Indonesia (LSI) 2026 yang akan digelar di lima wilayah Indonesia.
“Kami terus membangun sistem pembinaan yang berjenjang dan kompetitif. Kehadiran Presiden ASTAF dan Sekjen ISTAF di Indonesia menjadi momentum yang sangat baik untuk memperkuat posisi Indonesia dalam perkembangan sepak takraw Asia dan dunia,” ujar Dr. H. Surianto.
Sementara itu, Presiden ASTAF, Datuk Abdul Halim Kader, mengapresiasi perkembangan sepak takraw Indonesia yang dinilai semakin maju. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan utama sepak takraw internasional apabila didukung dengan kompetisi yang berkelanjutan dan pembinaan yang terarah.
Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, menyambut baik kunjungan pimpinan organisasi sepak takraw Asia dan dunia tersebut. Ia menegaskan komitmen KONI Pusat untuk terus mendukung cabang olahraga yang memiliki potensi prestasi, termasuk sepak takraw yang selama ini telah mengharumkan nama Indonesia pada berbagai kejuaraan internasional.
Pertemuan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol sinergi dan komitmen antara KONI Pusat, ASTAF, ISTAF, dan PB PSTI dalam membangun masa depan sepak takraw Indonesia yang lebih maju, berprestasi, dan mampu bersaing di tingkat dunia.
Kunjungan ini sekaligus menjadi bukti semakin kuatnya hubungan kerja sama antara Indonesia dengan komunitas sepak takraw internasional dalam upaya mendorong kemajuan olahraga sepak takraw menuju level yang lebih tinggi.(*AD).

