Site icon Suara Ajatappareng

Rapat Formatur PWI Sulsel Berlangsung Penuh Kekeluargaan, Finalisasi Kepengurusan Dilakukan Secara Telekonferensi

MAKASSAR, SUARA AJATAPPARENG – Semangat kebersamaan dan komitmen membangun organisasi menjadi warna utama dalam rapat koordinasi Dewan Formatur hasil Konferensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan. Meski para formatur berada di daerah yang berbeda, koordinasi tetap berjalan efektif melalui telekonferensi (rapat daring) yang berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat semangat persatuan.

Jarak tidak menjadi penghalang bagi para formatur untuk menuntaskan amanah organisasi. Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel terpilih, Muhammad Dahlan Abubakar, mengikuti rapat dari Bima, Nusa Tenggara Barat, karena sedang menjenguk orang tuanya yang sakit. Sementara Sarjono, selaku perwakilan Pengurus Pusat, berada di Kendari, dan Abdul Razak Arsyad sebagai perwakilan daerah mengikuti rapat dari Kota Parepare.

Di Makassar, Ketua PWI Sulsel terpilih, H. Suwardi Thahir  dan H. Mappiar bersama sejumlah formatur mengikuti rapat dari Kantor PWI Sulsel. Melalui fasilitas telekonferensi, seluruh formatur dapat berdiskusi, bertukar pandangan, serta menyelesaikan berbagai agenda organisasi secara efektif meskipun berada di lokasi yang berjauhan.

Rapat koordinasi tersebut membahas sejumlah agenda penting, termasuk penyempurnaan struktur kepengurusan PWI Sulsel periode mendatang serta penanganan berbagai persoalan administrasi keanggotaan yang selama ini menjadi perhatian anggota.

Ketua PWI Sulsel terpilih mengatakan bahwa susunan kepengurusan pada dasarnya telah rampung disusun bersama oleh tim formatur. Namun, pihaknya masih melakukan penyempurnaan pada tahap akhir agar struktur organisasi yang terbentuk benar-benar mampu mengakomodasi kebutuhan dan dinamika organisasi ke depan.

“Alhamdulillah, susunan kepengurusan secara umum telah selesai kami susun bersama. Melalui rapat telekonferensi ini, kami melakukan pembahasan tahap akhir untuk memastikan seluruh komposisi dan mekanisme organisasi tersusun secara baik dan proporsional,” ujarnya.

Selain membahas kepengurusan, rapat juga menyoroti berbagai persoalan yang berkaitan dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) serta status keanggotaan sejumlah anggota PWI Sulsel. Dewan Formatur sepakat bahwa seluruh persoalan tersebut harus diselesaikan secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan organisasi.

Menurut Sarjono, hasil kerja formatur sejauh ini telah menunjukkan semangat konsolidasi yang kuat. Ia menilai komposisi kepengurusan yang disusun mencerminkan upaya merangkul seluruh elemen organisasi demi memperkuat PWI Sulsel.

“Apa yang telah disusun bersama oleh formatur ini merupakan hasil musyawarah yang matang. Kami memandang susunan kepengurusan yang akan ditetapkan nantinya telah mencerminkan semangat konsolidasi dan kebersamaan di tubuh PWI Sulsel,” katanya.

Sementara itu, Muhammad Dahlan Abubakar menegaskan bahwa Dewan Kehormatan akan memberikan perhatian serius terhadap berbagai persoalan keanggotaan, termasuk masalah KTA maupun anggota yang sedang menjalani sanksi organisasi.

Menurutnya, seluruh proses penyelesaian akan dilakukan secara objektif dengan tetap berpedoman pada Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) organisasi.

“Marwah organisasi harus dijaga bersama. Karena itu, setiap persoalan keanggotaan akan ditangani secara profesional dan sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Senada dengan H. Mappiar yang menekankan pentingnya menjaga persatuan organisasi, Abdul Razak Arsyad menilai kepengurusan hasil kerja formatur telah mengakomodasi berbagai unsur dan kalangan yang ada di PWI Sulsel.

“Kami melihat komposisi kepengurusan yang disusun sangat representatif. Berbagai daerah, generasi, dan unsur organisasi mendapatkan ruang yang proporsional. Ini menunjukkan komitmen untuk membangun PWI Sulsel yang inklusif dan mampu merangkul semua pihak,” ungkap Abdul Razak Arsyad.

Pelaksanaan rapat secara telekonferensi juga menjadi bukti bahwa transformasi digital mampu mendukung efektivitas tata kelola organisasi modern. Kendati terpisah oleh jarak ratusan kilometer, seluruh formatur tetap dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara maksimal demi menyelesaikan amanah konferensi.

Dengan proses finalisasi yang kini memasuki tahap akhir, kepengurusan baru PWI Sulsel diharapkan segera terbentuk dan mampu membawa organisasi semakin solid, profesional, serta berkontribusi dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi wartawan di Sulawesi Selatan. (*AD).

Exit mobile version