Site icon Suara Ajatappareng

Ketua SMSI Parepare: Gelar Adjunct Professor yang Diraih Prof. Dr. H. Surianto AM Merupakan Pengakuan Akademik Internasional yang Prestisius

PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Parepare, Abdul Razak Arsyad, S.H., M.H., yang akrab disapa Acha Doel dan juga merupakan mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Parepare-Barru, menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat atas capaian akademik yang diraih Prof. (Adj.) Dr. H. Surianto AM, S.Ag., M.M., yang resmi menerima anugerah Adjunct Professor (Profesor Adjung/Pakar) Bidang Ilmu Manajemen Bisnis dari Universiti Geomatika Malaysia (UGM).

Penganugerahan tersebut diberikan dalam rangkaian 18th Grand Convocation Ceremony 2026 yang berlangsung di World Trade Centre (WTC) Kuala Lumpur, Malaysia, pada 24 Juni 2026.

Menurut Acha Doel, penghargaan yang diterima H. Surianto AM bukan sekadar gelar kehormatan biasa, melainkan sebuah pengakuan akademik internasional yang menunjukkan kapasitas keilmuan, pengalaman profesional, dan kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu manajemen bisnis.

“Gelar Profesor Adjung yang diterima Prof. Dr. H. Surianto AM bukan sesuatu yang biasa. Ini merupakan pencapaian luar biasa yang menunjukkan pengakuan internasional terhadap kapasitas akademik, profesionalisme, integritas, dan dedikasi beliau dalam bidang Manajemen Bisnis,” ujar Acha Doel.

Ia menjelaskan, tidak banyak tokoh yang memperoleh status Adjunct Professor dari perguruan tinggi luar negeri karena penghargaan tersebut diberikan berdasarkan penilaian yang ketat terhadap kompetensi, rekam jejak akademik, pengalaman profesional, serta kontribusi nyata dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

Menurutnya, banyak masyarakat yang masih menyamakan gelar Adjunct Professor dengan Doktor Honoris Causa (HC), padahal keduanya memiliki makna dan dasar pemberian yang berbeda.

“Kalau gelar Honoris Causa diberikan sebagai penghormatan atas jasa dan pengabdian seseorang, maka Adjunct Professor diberikan karena universitas menilai penerimanya memiliki kepakaran, kompetensi, dan kemampuan akademik yang layak menjadi bagian dari komunitas akademik internasional. Karena itu, penerima Adjunct Professor relatif lebih terbatas dan sangat selektif,” jelasnya.

Acha Doel menilai pengangkatan Prof. Dr. H. Surianto AM sebagai Adjunct Professor menunjukkan bahwa kiprah beliau tidak hanya mendapat pengakuan di Indonesia, tetapi juga memperoleh legitimasi akademik dari institusi pendidikan tinggi di tingkat internasional.

Sebagai akademisi, peneliti, praktisi manajemen, dan pemimpin organisasi, H. Surianto selama ini dikenal aktif mendorong pengembangan sumber daya manusia, peningkatan kualitas pendidikan, penguatan tata kelola organisasi, serta pengembangan manajemen modern yang adaptif terhadap tantangan global.

Rekam jejak panjang tersebut menjadi salah satu alasan Universiti Geomatika Malaysia mempercayakan gelar Adjunct Professor Bidang Ilmu Manajemen Bisnis kepada dirinya.

“Ini menjadi kebanggaan bukan hanya bagi Prof. Dr. H. Surianto AM secara pribadi, tetapi juga bagi dunia pendidikan Indonesia. Prestasi ini membuktikan bahwa putra-putra terbaik bangsa mampu memperoleh pengakuan internasional melalui kompetensi, karya, dan kontribusi nyata yang berkelanjutan,” tambah Acha Doel.

Lebih lanjut, ia berharap capaian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat kapasitas keilmuan, menjaga integritas, serta membangun reputasi melalui prestasi yang nyata.

“Keberhasilan Prof. Dr. H. Surianto AM membuktikan bahwa dedikasi panjang dalam dunia pendidikan, penelitian, dan pengembangan manajemen akan selalu menemukan pengakuannya. Beliau telah menunjukkan bahwa kompetensi dan kontribusi nyata dapat mengantarkan seseorang meraih kehormatan akademik di tingkat dunia,” katanya.

Penganugerahan Adjunct Professor kepada Prof. Dr. H. Surianto AM juga menjadi simbol semakin eratnya hubungan akademik antara Indonesia dan Malaysia dalam bidang pendidikan tinggi, penelitian, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia.

Bagi banyak kalangan akademisi, penghargaan ini bukan sekadar penyematan gelar, melainkan pengakuan internasional atas kepakaran yang telah teruji dan kontribusi yang terus berkelanjutan. Oleh karena itu, capaian yang diraih Prof. (Adj.) Dr. H. Surianto AM, S.Ag., M.M. layak disebut sebagai salah satu prestasi akademik paling membanggakan yang diraih putra Indonesia di tingkat regional ASEAN pada tahun 2026.

“Adjunct Professor bukan hanya simbol kehormatan, tetapi pengakuan atas kepakaran yang diakui dunia akademik internasional. Dan Prof. Dr. H. Surianto AM telah membuktikan dirinya layak menerima pengakuan tersebut,” tutup Acha Doel.

(Redaksi SUARA AJATAPPARENG)

Exit mobile version