Site icon Suara Ajatappareng

Maulid Nabi 1448 H, PWI dan IKWI Sulsel Perkuat Silaturahmi dan Soliditas Insan Pers

MAKASSAR, SUARA AJATAPPARENG — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan bersama Ikatan Keluarga Wartawan Indonesia (IKWI) Sulsel memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan penuh khidmat dan nuansa kekeluargaan.

Mengusung tema “Melalui Maulid Kita Tingkatkan Silaturahmi”, kegiatan yang dipusatkan di Kantor PWI Sulsel, Jalan Maccini Sawah, Makassar, Senin (31/8/2026), menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat soliditas keluarga besar organisasi pers di Sulawesi Selatan.

Peringatan Maulid tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi juga ruang refleksi bagi insan pers untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam menjalankan profesi. Nilai kejujuran, amanah, empati, kesantunan, serta keberanian menyampaikan kebenaran menjadi bagian penting yang relevan dengan tanggung jawab seorang wartawan.

Suasana kekeluargaan terasa sejak awal kegiatan. Pengurus dan anggota PWI serta IKWI Sulsel mengikuti rangkaian acara dengan khidmat, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, lantunan salawat, tausiyah, hingga doa bersama dan santap bersama.

Dalam tausiyahnya, Ustaz Salahuddin Rahman Al-Ayyubi mengajak seluruh peserta untuk menjadikan kehidupan Rasulullah SAW sebagai sumber keteladanan, khususnya dalam menjaga hubungan antarsesama.

Menurutnya, kesibukan dan dinamika profesi tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan silaturahmi dan ukhuwah. Sebaliknya, hubungan yang baik antarsesama akan menjadi kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan maupun dinamika organisasi.

Tradisi Maulid, Simbol Kebersamaan dan Rasa Syukur

Nuansa tradisi lokal turut memperkaya peringatan Maulid PWI dan IKWI Sulsel. Hiasan pohon pisang yang dipenuhi telur warna-warni menjadi bagian yang menarik perhatian sekaligus memperlihatkan kekayaan tradisi masyarakat Sulawesi Selatan dalam merayakan Maulid Nabi.

Telur yang menghiasi pohon Maulid tidak hanya menjadi simbol kemeriahan. Di dalam tradisi masyarakat, telur juga dimaknai sebagai ungkapan rasa syukur dan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW serta simbol kehidupan dan harapan akan hadirnya generasi penerus yang membawa kemaslahatan.

Semangat kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta menikmati hidangan khas kaddo minya’, yang menjadi salah satu sajian dalam kegiatan tersebut.

Tradisi kuliner itu sekaligus menjadi jembatan sosial yang mempertemukan pengurus, anggota, keluarga wartawan, dan para tamu dalam suasana santai dan penuh keakraban.

Ketua PWI Sulsel: Maulid Menjadi Momentum Memperkuat Organisasi

Ketua PWI Sulsel, Ir. H. Suwardi Tahir, S.I.Kom, menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada seremoni keagamaan, tetapi mampu melahirkan semangat dan energi positif dalam kehidupan organisasi.

“Melalui peringatan Maulid ini, kita berharap dapat semakin solid, saling menopang, dan konsisten menyebarkan nilai-nilai kebaikan melalui karya jurnalistik kita,” ujarnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa profesi wartawan memiliki dimensi tanggung jawab sosial yang besar. Karya jurnalistik bukan hanya dituntut informatif, tetapi juga harus memberikan edukasi, mencerdaskan masyarakat, serta ikut membangun kehidupan publik yang sehat.

Karena itu, keteladanan Rasulullah SAW dinilai relevan untuk menjadi inspirasi bagi insan pers dalam menjaga integritas, profesionalitas, dan etika dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Sementara itu, Ketua IKWI Sulsel, Hj. St. Farida Suwardi Thahir, turut menyampaikan apresiasi atas kebersamaan seluruh keluarga besar PWI dan IKWI Sulsel dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kebersamaan seperti ini penting untuk terus dirawat karena organisasi bukan hanya dibangun melalui struktur dan program kerja, tetapi juga melalui hubungan kekeluargaan yang kuat di antara para anggotanya.

Peringatan Maulid tersebut turut dihadiri Pengurus PWI Pusat H. Rukman Nawawi serta Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel Dr. H. M. Dahlan Abubakar, M.Hum., bersama jajaran pengurus dan anggota PWI serta IKWI Sulsel.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah.

Lebih dari sekadar peringatan hari besar keagamaan, Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di lingkungan PWI Sulsel menjadi ruang untuk mempertemukan nilai spiritual, tradisi, persaudaraan, dan profesionalitas.

Dari momentum tersebut, PWI dan IKWI Sulsel meneguhkan pesan bahwa silaturahmi adalah kekuatan organisasi, keteladanan adalah fondasi profesi, dan karya jurnalistik yang baik merupakan salah satu bentuk nyata menebarkan kebaikan kepada masyarakat.

Dengan semangat tersebut, peringatan Maulid diharapkan tidak berhenti pada satu hari kegiatan, tetapi terus menjadi energi positif bagi keluarga besar PWI Sulsel dalam membangun organisasi yang semakin solid, profesional, berintegritas, dan memberi manfaat bagi masyarakat.(*).

Exit mobile version