Enam Daerah di Sulsel Berstatus Siaga Curah Hujan Tinggi
SUARA AJATAPPARENG – Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca dan Iklim Provinsi Sulawesi Selatan untuk periode Dasarian II Desember 2025, yakni tanggal 11–20 Desember 2025. Dalam rilis resminya, BMKG menyampaikan adanya potensi peningkatan curah hujan yang perlu diwaspadai oleh pemerintah daerah dan masyarakat.
Dalam analisis dasarian tersebut, BMKG mencatat adanya potensi curah hujan tinggi yang masuk dalam kategori Waspada–Siaga. Enam kabupaten/kota di Sulawesi Selatan bahkan ditetapkan berada pada kategori Siaga, yaitu:
Kabupaten Barru.
Kabupaten Bone.
Kabupaten Gowa.
Kota Makassar.
Kabupaten Maros.
Kabupaten Pangkep
BMKG juga mengingatkan bahwa meskipun tidak seluruh wilayah berada pada kategori siaga, potensi hujan intensitas sedang hingga lebat secara harian masih dapat terjadi di berbagai daerah lainnya di Sulawesi Selatan.
Tanggapan Abdul Razak Arsyad, S.H., M.H., Plt. Ketua SMSI Parepare
Menanggapi peringatan dini tersebut, Abdul Razak Arsyad, S.H., M.H., Pelaksana Tugas Ketua SMSI Parepare sekaligus mantan Ketua PWI Parepare–Barru, yang akrab disapa Achadoel, memberikan perhatian serius. Ia mengingatkan bahwa fenomena cuaca ekstrem seperti ini bukan hal baru, terutama di penghujung tahun.
Menurutnya, pengalaman beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa banjir kerap mengganggu jalur transportasi dari Parepare menuju Makassar, terutama ketika intensitas hujan meningkat tajam.
“Kita punya banyak pengalaman ketika banjir tiba-tiba melanda, terutama di daerah rawan sepanjang jalur Parepare–Makassar. Tidak jarang arus kendaraan lumpuh total karena jalan tergenang. Polanya hampir selalu sama, biasanya terjadi di akhir tahun,” ujar Achadoel.
Ia menekankan pentingnya kesiapan pemerintah daerah, khususnya BPBD di wilayah Ajatappareng dan sekitarnya, untuk mengantisipasi dampak lanjutan yang dapat menghambat aktivitas masyarakat maupun distribusi logistik.
“Peringatan BMKG harus dijadikan sinyal kuat untuk meningkatkan koordinasi. Jangan sampai kepanikan baru muncul ketika banjir sudah terjadi. Kita berharap ada upaya preventif, misalnya pembersihan drainase, penyiagaan alat berat, dan kesiapsiagaan relawan,” tambahnya.
Achadoel juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada dan tidak menganggap remeh potensi cuaca ekstrem, mengingat tren kejadian tahunan yang hampir selalu berulang.
Pihak BBMKG Wilayah IV mengimbau seluruh BPBD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk meningkatkan mitigasi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan, tanah longsor, dan angin kencang. BMKG meminta masyarakat terus memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG dan segera melaporkan apabila terjadi cuaca ekstrem.
Redaksi Suara Ajatappareng akan terus mengabarkan perkembangan terbaru terkait kondisi cuaca dan potensi bencana di wilayah Sulawesi Selatan. Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT. (*AD).

















