JAKARTA, SUARA AJATAPPARENG – Upaya memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan sepak takraw internasional terus dilakukan. Salah satu langkah strategis ditandai dengan pertemuan antara Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, dengan Presiden Asian Sepaktakraw Federation (ASTAF), Datuk Abdul Halim Kader, Sekretaris Jenderal International Sepaktakraw Federation (ISTAF), serta Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI), Dr. H. Surianto A.M., S.Ag., M.M., di Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja Presiden ASTAF dan Sekretaris Jenderal ISTAF ke Indonesia yang berlangsung pada 8–12 Juni 2026. Agenda utama pertemuan adalah membahas pengembangan sepak takraw Indonesia, peningkatan prestasi atlet nasional, serta memperkuat sinergi antara organisasi sepak takraw nasional, Asia, dan dunia.
Ketua Umum KOI, Raja Sapta Oktohari, menyambut baik kunjungan pimpinan tertinggi sepak takraw Asia dan dunia tersebut. Menurutnya, kehadiran ASTAF dan ISTAF merupakan bentuk perhatian sekaligus pengakuan terhadap perkembangan sepak takraw Indonesia yang terus menunjukkan kemajuan.
Sementara itu, Presiden ASTAF, Datuk Abdul Halim Kader, menyampaikan apresiasinya terhadap komitmen Indonesia dalam mengembangkan olahraga sepak takraw. Ia menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu kekuatan utama sepak takraw dunia, baik dari sisi prestasi maupun pengembangan kompetisi.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PB PSTI, Dr. H. Surianto A.M., S.Ag., M.M., memaparkan berbagai program strategis yang tengah dijalankan PB PSTI, termasuk pelaksanaan Liga Sepak Takraw Indonesia (LSI) 2026 yang akan digelar di lima wilayah Indonesia.
Menurut Dr. H. Surianto, Liga Sepak Takraw Indonesia merupakan langkah nyata PB PSTI dalam membangun sistem kompetisi yang berkelanjutan serta memperluas pembinaan atlet di seluruh daerah.
“Melalui Liga Sepak Takraw Indonesia, kami ingin menciptakan ekosistem pembinaan yang lebih profesional dan kompetitif. Harapan kami, kompetisi ini dapat melahirkan atlet-atlet terbaik yang mampu mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional,” ujarnya.
Pertemuan tersebut juga membahas peluang kerja sama internasional, peningkatan kualitas sumber daya manusia olahraga, pengembangan perangkat pertandingan, serta agenda kejuaraan tingkat Asia dan dunia yang akan datang.
Kehadiran Presiden ASTAF, Sekretaris Jenderal ISTAF, Ketua Umum KOI, dan Ketua Umum PB PSTI dalam satu forum strategis ini menjadi sinyal kuat bahwa sepak takraw Indonesia semakin mendapat perhatian di tingkat internasional. Sinergi yang terbangun diharapkan mampu membawa olahraga sepak takraw Indonesia menuju prestasi yang lebih tinggi serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat perkembangan sepak takraw dunia.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi, menegaskan komitmen bersama untuk memajukan sepak takraw demi kejayaan olahraga Indonesia di masa mendatang.(*AD).

















