Beranda ADVERTORIAL Surianto Bawa Sepak Takraw Indonesia Naik Kelas, Liga Nasional 2026 dan Sertifikasi...

Surianto Bawa Sepak Takraw Indonesia Naik Kelas, Liga Nasional 2026 dan Sertifikasi Wasit Internasional Resmi Diluncurkan

JAKARTA, SUARA AJATAPPARENG – Komitmen membangun sepak takraw Indonesia yang modern, profesional, dan berdaya saing global terus ditunjukkan Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI). Di bawah kepemimpinan Ketua Umum PB PSTI, H. Surianto, S.Ag., M.M., organisasi ini kembali mencatatkan langkah strategis melalui peluncuran Liga Nasional Sepak Takraw 2026 serta program pelatihan dan sertifikasi wasit berstandar internasional yang akan melibatkan seluruh provinsi di Indonesia.

Program tersebut menjadi bukti nyata transformasi yang tengah dilakukan PB PSTI dalam membangun ekosistem sepak takraw nasional secara menyeluruh. Tidak hanya berorientasi pada prestasi atlet, tetapi juga memperkuat kualitas sumber daya manusia, sistem kompetisi, tata kelola organisasi, hingga perangkat pertandingan yang profesional.

Peluncuran agenda besar tersebut disampaikan langsung oleh Surianto saat mendampingi Presiden Asian Sepaktakraw Federation sekaligus Sekretaris Jenderal International Sepaktakraw Federation, Datuk Abdul Halim Kader, dalam kunjungan ke Universitas Negeri Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menurut Surianto, Liga Nasional Sepak Takraw 2026 merupakan salah satu fondasi utama dalam menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan dan terukur. Kompetisi tersebut dirancang menjadi wadah pembinaan atlet dari berbagai daerah agar memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan tampil pada level yang lebih tinggi.

“Liga Nasional Sepak Takraw bukan sekadar kompetisi, tetapi instrumen pembinaan jangka panjang untuk menciptakan regenerasi atlet yang kuat, berkualitas, dan siap bersaing di tingkat internasional,” ujar Surianto.

Liga Nasional Sepak Takraw 2026 akan digelar dalam lima zona besar yang meliputi Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Seri perdana dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026 di Jawa Timur dan akan menjadi titik awal lahirnya sistem kompetisi nasional yang lebih terstruktur.

Kehadiran liga tersebut dipandang sebagai terobosan penting dalam dunia sepak takraw Indonesia. Selama ini, salah satu tantangan utama pembinaan olahraga adalah minimnya kompetisi berkelanjutan yang mampu menjaga kualitas dan jam terbang atlet. Melalui liga nasional, PB PSTI berupaya menciptakan ruang kompetitif yang sehat sekaligus membuka peluang bagi munculnya bibit-bibit unggul dari seluruh penjuru Nusantara.

Tidak berhenti pada pembinaan atlet, PB PSTI juga menunjukkan visi besar dalam membangun profesionalisme olahraga melalui program pelatihan dan sertifikasi wasit internasional.

Program yang bekerja sama dengan ASTAF dan ISTAF tersebut akan melibatkan perwakilan dari 38 provinsi di Indonesia. Setiap daerah akan mengirimkan tiga calon wasit terbaik untuk mengikuti pelatihan intensif dan sertifikasi resmi sesuai standar internasional.

Langkah ini dinilai sangat strategis karena kualitas pertandingan tidak hanya ditentukan oleh atlet dan pelatih, tetapi juga oleh kompetensi perangkat pertandingan yang memimpin jalannya kompetisi secara profesional dan berintegritas.

“Kami ingin Indonesia memiliki wasit-wasit berkelas dunia yang mampu tampil dan memimpin pertandingan internasional dengan standar profesional tertinggi. Ini adalah bagian dari pembangunan ekosistem sepak takraw nasional yang berkelanjutan,” tegas Surianto.

Kepemimpinan Surianto yang dikenal progresif dan berorientasi pada pembangunan jangka panjang mendapat apresiasi langsung dari Datuk Abdul Halim Kader. Presiden ASTAF tersebut menilai PB PSTI sedang berada pada jalur yang tepat dalam membangun masa depan sepak takraw Indonesia.

“Kami melihat PB PSTI sangat serius membangun sepak takraw Indonesia. Program liga nasional dan sertifikasi wasit internasional merupakan langkah profesional yang luar biasa. ASTAF dan ISTAF siap memberikan dukungan penuh,” ujar Abdul Halim Kader.

Ia menambahkan, keberhasilan sebuah negara dalam olahraga tidak hanya ditentukan oleh jumlah atlet berprestasi, tetapi juga oleh kualitas sistem kompetisi, tata kelola organisasi, pendidikan olahraga, serta sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya.

Sebagai bagian dari penguatan pembinaan berbasis ilmu pengetahuan, PB PSTI juga menjajaki kerja sama strategis dengan Universitas Negeri Jakarta dalam bidang pendidikan olahraga, penelitian, pengembangan metode latihan, serta peningkatan kapasitas pelatih dan wasit.

Dekan Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan UNJ, Prof. Dr. Nofi Marlina Siregar, M.Pd., menyampaikan dukungannya terhadap berbagai program pengembangan yang dijalankan PB PSTI.

Menurutnya, sinergi antara organisasi olahraga dan perguruan tinggi merupakan kebutuhan penting dalam menghadirkan sistem pembinaan yang berbasis riset, ilmu pengetahuan, dan inovasi.

Kunjungan tersebut berlangsung dalam suasana penuh optimisme dan semangat kolaborasi. Kehadiran para petinggi sepak takraw Asia dan dunia menjadi simbol semakin kuatnya posisi Indonesia dalam percaturan sepak takraw internasional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Deputy Secretary ISTAF Muhammad Taufik Halim, Deputy President ISTAF Muhammad Fariq Abdul Halim, Sekretaris Jenderal PB PSTI Prof. Dr. H. Nukhrawi Nawir, M.Kes., AIFO, serta sejumlah pengurus nasional dan internasional lainnya.

Peluncuran Liga Nasional Sepak Takraw 2026 dan program sertifikasi wasit internasional menandai babak baru perjalanan sepak takraw Indonesia. Di bawah kepemimpinan Surianto, PB PSTI tidak hanya berupaya mempertahankan tradisi prestasi, tetapi juga membangun fondasi kuat menuju organisasi olahraga yang modern, profesional, dan berkelas dunia.

Jika program-program strategis ini berjalan secara konsisten, Indonesia tidak hanya berpotensi melahirkan atlet-atlet terbaik dunia, tetapi juga menjadi salah satu pusat pengembangan sepak takraw internasional yang disegani di masa depan.(*AD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini