MAKASSAR, SUARA AJATAPPARENG — Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan periode 2026–2031 mulai membangun komunikasi strategis dengan jajaran kepolisian. Dua hari setelah dilantik, Ketua PWI Sulsel, Ir. H. Suwardi Thahir, M.I.Kom, melakukan silaturahmi dengan Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, untuk memperkuat kemitraan dalam mendukung keamanan, ketertiban, dan keterbukaan informasi kepada masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung di Lobby Lontang Adduppangeng, Lantai 1 Mapolda Sulsel, Senin (19/10/2026), menjadi ruang dialog antara insan pers dan kepolisian untuk membahas sejumlah persoalan aktual, mulai dari penanganan konflik antarkelompok hingga optimalisasi layanan pengaduan masyarakat melalui Call Center Polri 110.
Silaturahmi ini sekaligus menjadi langkah awal kepengurusan baru PWI Sulsel dalam memperkuat hubungan kelembagaan dengan para pemangku kepentingan. Sinergi tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar komunikasi, tetapi juga mendorong penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan bermanfaat bagi publik.
PWI Siap Kawal Program Kepolisian secara Profesional
Dalam pertemuan tersebut, Suwardi Thahir memperkenalkan jajaran PWI Sulsel sekaligus menyampaikan apresiasi atas sambutan dan keterbukaan Kapolda Sulsel beserta jajarannya.
Suwardi menilai, komunikasi yang terbangun secara terbuka merupakan fondasi penting bagi hubungan yang sehat antara pers dan kepolisian. Melalui dialog yang konstruktif, kedua institusi dapat saling bertukar informasi, menyampaikan masukan, serta membangun pemahaman bersama terhadap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Ketua PWI Sulsel yang juga Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab Sulawesi Pos itu menegaskan komitmen insan pers untuk mendukung program kepolisian melalui pemberitaan yang informatif, edukatif, dan berimbang.
Menurutnya, dukungan media terhadap program kepolisian harus diwujudkan melalui kerja jurnalistik yang profesional, dengan tetap berpegang pada Kode Etik Jurnalistik, prinsip independensi, verifikasi, serta kepentingan publik.
Dengan pendekatan tersebut, informasi mengenai kebijakan dan pelayanan kepolisian diharapkan dapat diterima masyarakat secara utuh. Pada saat yang sama, media tetap menjalankan fungsi kontrol sosial secara bertanggung jawab.
Kapolda Tekankan Kolaborasi dan Keterbukaan
Kapolda Sulsel Irjen Pol. M. Awal Chairuddin menyambut baik kunjungan Ketua PWI Sulsel bersama rombongan pimpinan redaksi dan awak media.
Ia menegaskan bahwa pertemuan tersebut bukan sekadar agenda perkenalan, melainkan kesempatan untuk membangun komunikasi yang berkelanjutan, bertukar gagasan, serta menerima kritik dan masukan yang konstruktif.
Melalui kemitraan yang terbuka, kepolisian dan pers diharapkan dapat berkontribusi sesuai peran masing-masing dalam menjaga stabilitas daerah dan mendukung pembangunan Sulawesi Selatan.
“Melalui ruang silaturahmi ini, kita berupaya membangun komunikasi dan kolaborasi yang solid. Pada dasarnya kita memiliki garis perjuangan yang sama, yaitu memberikan kebaikan bagi publik serta membawa Sulawesi Selatan tumbuh lebih maju, aman, dan kondusif,” ungkap Kapolda.
Dalam dialog tersebut, Kapolda juga memaparkan semangat kerja jajarannya melalui Commander Wish EWAKO, yang merupakan singkatan dari Empati, Waspada, Adil, dan Kolaboratif, serta program “Polisi Bersama Masyarakat”.
Kedua pendekatan tersebut menekankan pentingnya pelayanan yang mengedepankan empati, kewaspadaan dalam menjalankan tugas, keadilan, dan kolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Bagi insan pers, pemahaman terhadap arah kebijakan tersebut menjadi bagian penting dalam menghadirkan pemberitaan yang kontekstual. Informasi yang disampaikan secara tepat dapat membantu masyarakat memahami program kepolisian sekaligus menilai pelaksanaannya secara objektif.
Perang Kelompok dan Layanan 110 Jadi Perhatian
Salah satu pokok pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah penanganan konflik atau perang kelompok yang masih menjadi tantangan keamanan di sejumlah wilayah, khususnya Makassar dan sekitarnya.
Persoalan ini membutuhkan pendekatan terpadu, tidak hanya melalui penegakan hukum, tetapi juga pencegahan, deteksi dini, komunikasi dengan masyarakat, dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat serta keluarga.
Dalam konteks tersebut, media memiliki peran strategis untuk menyampaikan informasi yang terverifikasi, mengedukasi masyarakat, serta menghindari pemberitaan yang berpotensi memperkeruh situasi atau memicu konflik lanjutan.
Pembahasan lainnya menyangkut optimalisasi Call Center Polri 110 sebagai saluran pengaduan dan permintaan bantuan kepolisian. Layanan ini perlu terus disosialisasikan agar masyarakat mengetahui akses yang tersedia ketika membutuhkan bantuan atau hendak melaporkan suatu peristiwa.
Efektivitas layanan pengaduan juga berkaitan dengan kecepatan respons, kejelasan informasi, serta tindak lanjut laporan. Karena itu, komunikasi yang baik antara kepolisian dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik.
RRI Buka Peluang Podcast Interaktif
Pertemuan tersebut turut membuka peluang pengembangan komunikasi publik melalui media penyiaran. Kepala RRI Makassar yang hadir dalam kesempatan itu menawarkan fasilitasi program podcast khusus bagi Polda Sulsel sebagai sarana menyampaikan informasi sekaligus berinteraksi dengan masyarakat.
Format podcast dinilai dapat menjadi alternatif komunikasi yang lebih dialogis. Melalui program tersebut, masyarakat berpeluang memperoleh penjelasan langsung mengenai kebijakan, pelayanan, dan langkah kepolisian dalam menangani persoalan keamanan.
Apabila ditindaklanjuti secara terencana, kolaborasi lintas media ini dapat memperluas jangkauan informasi sekaligus menyediakan ruang edukasi publik yang lebih mudah diakses.
Sinergi Tanpa Mengabaikan Independensi Pers
Pertemuan PWI Sulsel dan Polda Sulsel menegaskan pentingnya membangun hubungan kelembagaan yang produktif antara pers dan kepolisian. Keduanya memiliki ruang kontribusi yang berbeda, tetapi dapat saling melengkapi dalam mendukung kepentingan masyarakat.
Kepolisian bertanggung jawab menjalankan tugas penegakan hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat. Sementara itu, pers bertugas mencari, mengolah, memverifikasi, dan menyampaikan informasi kepada publik secara independen dan bertanggung jawab.
Oleh karena itu, sinergi yang kuat perlu dibangun di atas prinsip saling menghormati kewenangan, keterbukaan informasi sesuai ketentuan, serta penghormatan terhadap kebebasan pers.
Bagi kepengurusan baru PWI Sulsel, langkah awal ini menjadi momentum untuk memperluas kemitraan dengan berbagai institusi sekaligus memperkuat profesionalisme wartawan.
Pada akhirnya, keberhasilan sinergi tidak hanya diukur dari intensitas pertemuan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat: informasi yang semakin berkualitas, pelayanan publik yang semakin mudah diakses, serta lingkungan yang lebih aman dan kondusif.
SUARA AJATAPPARENG — Jujur Bersuara, Independen, Terpercaya.

















