Beranda ADVERTORIAL BNNP Musnahkan 10 Kilo Ganja dan 900 Gram Sabu-sabu, SULSEL DARURAT!

BNNP Musnahkan 10 Kilo Ganja dan 900 Gram Sabu-sabu, SULSEL DARURAT!

10 kg Ganja dan 900 gram sabu-sabu dimusnahkan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel).

PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG – Sedikitnya 10 kg ganja dan 900 gram sabu-sabu dimusnahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Selatan (Sulsel) di penghujung Desember 2024.

Usai memusnahkan sisa barang bukti itu, Kepala BNNP Sulsel Brigjen Budi Sajidin mengungkapkan fakta mencengangkan.

Dikatakan Budi, saat ini Sulsel masuk dalam zona merah alias darurat narkoba sejak 2023.

Kata dia, BNNP Sulsel telah menetapkan sebanyak 3578 tersangka pada tahun tersebut. Sementara 2024 ini, sebanyak 35 orang ditetapkan tersangka.

“Untuk tersangka, kita ada 3500-an. Jadi, jumlahnya itu se-Indonesia nomor lima saat ini. Kita darurat dalam peredaran gelap narkoba di wilayah Sulsel,” ujar Budi kepada awak media. Selasa, 24 Desember 2024.

Melihat angka yang sangat besar itu, Brigadir Jenderal Polisi berpangkat satu bintang emas di pundaknya itu meminta dukungan masyarakat.

“Untuk itu saya berharap dan mengimbau, seluruh elemen masyarakat sama-sama membantu memberantas narkoba ini,” sebutnya.

Kata Budi, BNNP Sulsel ingin tanah angin mammiri bisa menjadi bersih dari peredaran narkoba.

Diceritakan Budi, para tersangka yang ditangkap memasukan barang haram itu dengan berbagai modus.

“Modus barang terlarang masuk ke Sulsel, ini masuk ada yang lewat laut ada lewat Parepare, terus ke Sidrap dan Pinrang,” tukasnya.

Berangkat dari situ, kata Budi, barang terlarang itu menyebar ke beberapa daerah di Sulsel.

“Terus menyebarlah ke Sulsel lewat laut. Kalau ganja-ganja ini lewat paket,” Lanjutnya.

Lanjut dia, barang-barang itu berasal dari Medan, Sumatera Barat (Sumbar) dan dikirim ke beberapa wilayah. Termasuk Sulsel.

“Jadi paket dari Sumatera Utara, Medan, dipesan orang sini kemudian karena ketahuan dari informasi pihak pengirim sehingga kita ikuti dan ditangkap,” tegasnya.

“Ini banyak dari Medan, berkilo-kilo. Beberapa bulan lalu ada kita musnahkan juga. Itupun tidak gampang kita nangkapnya, itu kita ikuti, amati, siapa yang pesan,” tambahnya.

Budi bilang, dalam melakukan proses penindakan pihaknya sangat berhati-hati. Terutama dalam pengembangan penyelidikan.

“Setelah kita tangkap pun kita tanya betul nggak atau kita tanya kurir saja. Kalau dia mengaku betul dia pesan, kita proses. Kalau dia kurir, kita kembangkan,” kuncinya. (*Frn)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini