
PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG – Muh. Yusuf Laupe Rado Penanggung jawab Sanitasi, RS. Hasri Ainun Habibie, memberikan klarifikasi terkait insiden kebocoran pipa limbah yang terjadi baru-baru ini. Menurutnya, kebocoran disebabkan oleh tekanan dari kendaraan berat yang tanpa sengaja menginjak jalur pipa limbah di area belakang fasilitas.
“Awalnya kami tidak mengetahui adanya kebocoran. Namun, setelah melihat adanya genangan air yang tidak surut, kami langsung melakukan pengecekan dan ditemukan pipa dalam kondisi pecah. Saat itu juga kami langsung lakukan penanganan,” jelas Pak Yusuf.
Ia menambahkan, kebocoran tersebut langsung ditangani dalam waktu kurang dari 24 jam setelah diketahui. “Sore hari kami mulai perbaikan, dan semalam penuh diselesaikan. Paginya aliran sudah kembali normal, meskipun sempat ada sisa lumpur karena aktivitas kendaraan,” ujarnya.
Sementara itu, Aspiati .S, Kabid Penunjang, menyampaikan bahwa pihak pengelola telah melakukan observasi lanjutan untuk memastikan tidak ada kebocoran susulan. “Kami cek sambungan pipa hingga ke outfal utama, dan aliran sudah kembali normal. Itu artinya kebocoran sudah tertangani secara menyeluruh,” ujarnya.
Aspiati juga menegaskan bahwa tidak terjadi pencemaran lingkungan akibat kejadian ini. “Semua hasil pengujian baku mutu air limbah tetap berada dalam batas aman. Pemeriksaan rutin dilakukan setiap bulan terhadap tujuh parameter air limbah, dan hasilnya memenuhi standar lingkungan yang berlaku,” tegasnya.
Selain pengujian air limbah, pengelola juga secara rutin memantau kualitas udara dan air untuk memastikan operasional tetap sesuai dengan regulasi lingkungan.(*AD).
















