PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG — Kota Parepare kembali menjadi panggung bergengsi bagi dunia olahraga bela diri tradisional lewat Kejuaraan Pencak Silat Habibie Championship yang digelar pada Sabtu, 28 Juni 2025, di Gedung Olahraga (GOR) Kota Parepare.
Event spektakuler ini dilaksanakan oleh Perisai Emas Nusantara atas kerja sama dengan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Sulawesi Selatan dan IPSI Kota Parepare. Kejuaraan tersebut diikuti oleh 800 peserta yang tergabung dalam 34 grup pencak silat dari berbagai kabupaten di Sulawesi Selatan, menjadikannya salah satu ajang pencak silat terbesar di kawasan ini.
Para pesilat unjuk kebolehan dalam beragam kategori, mulai dari penampilan seni tunggal, berpasangan, hingga laga dengan tangan kosong maupun menggunakan senjata tradisional seperti parang dan toya. Setiap gerakan yang ditampilkan tak hanya menunjukkan teknik tinggi, tetapi juga sarat dengan nilai artistik dan filosofi budaya yang mengakar kuat dalam pencak silat.
Ketua Panitia, Ayuzar, S.T., S.H., M.H., menegaskan bahwa kejuaraan ini digelar sebagai wujud komitmen untuk menyediakan ruang bagi generasi muda dalam mengembangkan bakat dan prestasinya.
“Kegiatan ini kami selenggarakan atas kerja sama IPSI Sulsel dengan IPSI Parepare untuk memberi media seluas-luasnya kepada anak-anak kita, mulai usia dini hingga dewasa, agar mereka bisa berprestasi. Karena saat ini jalur prestasi sangat dibutuhkan untuk melanjutkan pendidikan,” ungkap Ayuzar.
Ia menambahkan, khusus bagi siswa tingkat SD hingga SMP, pencapaian prestasi melalui olahraga sangat penting sebagai salah satu syarat mendukung jalur akademik ke jenjang berikutnya.
“Makanya kami ingin mereka menyalurkan hobinya melalui kejuaraan ini, sekaligus mencetak prestasi yang nantinya dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikannya,” tuturnya.
Selain menjadi ajang kompetisi, Habibie Championship juga turut menghidupkan denyut ekonomi Parepare dengan hadirnya ratusan peserta beserta keluarga dan official. Harapannya, kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan untuk memperkuat tali persaudaraan antar perguruan silat serta melestarikan warisan budaya luhur bangsa Indonesia.(*AD).

















