Beranda ADVERTORIAL Dana Ratusan Miliar, Fasilitas Mengecewakan: RSUD Nene Mallomo Disorot Tajam

Dana Ratusan Miliar, Fasilitas Mengecewakan: RSUD Nene Mallomo Disorot Tajam

Tidak adanya sistem backup pada Lift, sehingga salahsatu staf gizi terjebak dengan gerobaknya.

SIDRAP, SUARA AJATAPPARENG – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nene Mallomo kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan karena prestasi, melainkan keluhan atas buruknya kualitas fasilitas umum meski rumah sakit ini mengelola anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mencapai Rp50 miliar.

Insiden terbaru menimpa seorang staf gizi RSUD Nene Mallomo yang terjebak di dalam lift bersama gerobak konsumsinya, akibat lift tiba-tiba macet saat pemadaman listrik terjadi. Tidak adanya sistem backup yang memadai dinilai sebagai bentuk kelalaian manajemen rumah sakit dalam menjamin keselamatan kerja karyawannya sendiri. Jumat (18/7/2025).

Tim media SUARA AJATAPPARENG yang berkunjung langsung ke lokasi juga menemukan sejumlah kerusakan fisik yang luput dari perhatian manajemen. Salah satunya adalah rembesan air yang terlihat jelas dari langit-langit di salah satu kamar pasien di Gedung KIA, yang diduga berasal dari toilet lantai atas. Kondisi ini jelas mengganggu kenyamanan dan bisa berdampak pada kesehatan pasien.

Tak hanya itu, jalan di dalam kompleks rumah sakit yang seharusnya menunjang mobilitas pasien dan tenaga medis terlihat dalam kondisi rusak dan tak layak. Padahal, dengan anggaran sebesar itu, publik berharap perawatan dan peningkatan infrastruktur menjadi prioritas utama.

Sejumlah pihak mempertanyakan ke mana arah penggunaan dana BLUD yang sedemikian besar. “Dengan dana Rp50 miliar, tetapi lift rusak, plafon bocor, jalan rusak, ini jelas menunjukkan ada yang tidak beres dengan manajemen dan kualitas pekerjaan konstruksi di RS ini,” ujar salah satu pemerhati publik Sidrap.

Sorotan juga datang dari Pembina LIDIK PRO Wilayah Ajatappareng, yang mengaku kecewa dengan sikap tertutup Direktur RSUD Nene Mallomo terhadap media dan lembaga kontrol sosial.

“Saya pernah ingin bertemu langsung dengan beliau untuk menyampaikan masukan dan temuan di lapangan, namun ditolak. Entah karena terlalu sibuk atau memang alergi terhadap LSM dan media,” keluhnya.

Padahal, rumah sakit milik pemerintah seharusnya menjunjung prinsip akuntabilitas dan transparansi, apalagi dana operasionalnya berasal dari keuangan publik yang wajib diawasi.

Peristiwa ini menjadi cermin buruknya manajemen fasilitas publik, dan menjadi peringatan keras bagi Pemerintah Kabupaten Sidrap untuk mengevaluasi kinerja manajemen RSUD Nene Mallomo secara menyeluruh, demi menjamin pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan bermartabat bagi seluruh lapisan masyarakat.(*AD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini