PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG – Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi dan Idulfitri, gejala inflasi mulai dirasakan masyarakat Kota Parepare, khususnya pada komoditas ayam potong. Kenaikan harga yang cukup tinggi memicu keluhan warga yang disampaikan kepada media Suarajatappareng.com, Kamis (19/3/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga ayam potong di Parepare mencapai kisaran Rp100.000 per ekor pada pagi hari ini. Angka tersebut menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan harga normal sebelumnya, sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap daya beli masyarakat menjelang hari besar keagamaan.
Sebagai perbandingan, hasil konfirmasi di wilayah tetangga, Sidenreng Rappang (Sidrap), menunjukkan kondisi harga yang relatif lebih stabil, yakni berkisar antara Rp50.000 hingga Rp75.000 per ekor. Perbedaan harga yang cukup mencolok ini menimbulkan pertanyaan terkait distribusi, pasokan, hingga kemungkinan adanya gangguan pada rantai pasok di Parepare.
Indikasi Inflasi Musiman
Kenaikan harga ayam potong ini dapat dikategorikan sebagai inflasi musiman, yang lazim terjadi menjelang hari besar keagamaan. Pada periode ini, permintaan masyarakat cenderung meningkat tajam, sementara pasokan tidak selalu mampu mengimbangi lonjakan tersebut.
Namun demikian, disparitas harga antara Parepare dan Sidrap menunjukkan bahwa faktor lain juga patut ditelusuri, seperti:
- Hambatan distribusi antarwilayah
- Biaya logistik yang meningkat
– Ketidakseimbangan pasokan di tingkat lokal
- Potensi praktik spekulatif di pasar
Dampak terhadap Masyarakat
Lonjakan harga ini secara langsung menekan daya beli masyarakat, terutama bagi kalangan menengah ke bawah yang sangat bergantung pada stabilitas harga bahan pangan. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi ini berpotensi memperluas tekanan inflasi pada komoditas lainnya.
Peran dan Intervensi Pemerintah
Situasi ini menuntut kehadiran pemerintah daerah untuk melakukan langkah cepat dan terukur. Intervensi yang dapat dilakukan antara lain:
- Monitoring dan pengawasan harga di pasar tradisional dan modern
- Operasi pasar untuk menjaga stabilitas harga
– Koordinasi distribusi dengan daerah pemasok seperti Sidrap
– Penelusuran kemungkinan adanya penimbunan atau permainan harga
Langkah-langkah tersebut penting untuk memastikan bahwa mekanisme pasar tetap berjalan sehat dan tidak merugikan masyarakat.
Penutup
Fenomena kenaikan harga ayam potong di Parepare menjelang hari raya merupakan sinyal penting bagi semua pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap inflasi pangan. Stabilitas harga bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut ketenangan sosial masyarakat dalam menyambut momentum keagamaan yang sakral.
Dengan pengawasan yang kuat dan sinergi antar pemangku kepentingan, diharapkan lonjakan harga ini dapat segera dikendalikan, sehingga masyarakat dapat merayakan hari raya dengan lebih tenang dan bermartabat.(*AD).

















