
PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG — Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti kediaman DR. H. Surianto AM, S.Ag., M.M di Jalan Ahmad Yani, Kota Parepare, Selasa (21 April 2026). Keluarga besar H. Surianto menggelar syukuran sebagai wujud rasa syukur atas capaian pribadi yang telah diraih, sekaligus mempererat hubungan sosial dengan masyarakat.
Acara yang digelar secara sederhana tanpa undangan resmi itu justru menyedot antusiasme luar biasa. Ratusan hingga ribuan warga dari berbagai penjuru Parepare hadir secara sukarela, mencerminkan kedekatan emosional yang kuat antara H. Surianto dan masyarakat.
Dalam suasana penuh kekeluargaan, prosesi pemotongan satu ekor sapi menjadi simbol berbagi dan kepedulian sosial. Momen ini tidak sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata nilai gotong royong dan solidaritas yang terus dijaga.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya jajaran pimpinan dan anggota DPRD Parepare seperti Kamaluddin Kadir, Sappe, Andi Fudail, Yuduf Lapanna, serta Ketua DPRD Parepare Kaharuddin Kadir. Kehadiran tokoh agama seperti Kyai Hannani, serta berbagai elemen organisasi masyarakat seperti LMP, LSM LIDIK Pro Parepare, hingga komunitas anak muda dari Seputar Parepare dan Sidrap semakin memperkaya nuansa kebersamaan.

Yang menjadi kejutan sekaligus daya tarik tersendiri adalah kehadiran Qori Internasional, Mifta Farid, yang dikenal sebagai juara internasional di Maroko dan Malaysia. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibawakan menghadirkan suasana religius yang khidmat dan menyentuh hati para hadirin.
H. Surianto dikenal luas sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat, memiliki kepedulian sosial tinggi, serta aktif dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Kiprahnya tidak hanya di tingkat lokal, tetapi juga nasional, dengan kepercayaan yang diembannya dalam memimpin sejumlah organisasi seperti Partai Gerindra, PMII, hingga menjabat sebagai Ketua Umum PSTI di tingkat nasional.
Momentum syukuran ini menjadi refleksi bahwa keberhasilan sejati bukan hanya tentang capaian pribadi, tetapi juga bagaimana menghadirkan manfaat dan kebahagiaan bagi banyak orang. Kehadiran masyarakat yang begitu besar menjadi bukti nyata bahwa kepemimpinan yang lahir dari ketulusan dan kedekatan sosial akan selalu mendapat tempat di hati publik.
Syukuran ini pun bukan sekadar perayaan, melainkan pesan kuat tentang pentingnya rasa syukur, kebersamaan, dan komitmen untuk terus berkontribusi bagi masyarakat luas.(*AD)
















