Beranda ADVERTORIAL Putihnya Shaf Subuh di Labukkang, Ustaz Abdul Latif Kadir Tekankan Keutamaan Sedekah...

Putihnya Shaf Subuh di Labukkang, Ustaz Abdul Latif Kadir Tekankan Keutamaan Sedekah sebagai “Obat Kehidupan”

PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG – Suasana khusyuk menyelimuti Masjid di wilayah Labukkang saat pelaksanaan salat Subuh berjamaah, Jumat (24/4/2026). Pemandangan shaf yang terisi rapi dan didominasi warna putih pakaian jemaah menghadirkan kesan religius yang mendalam, sekaligus menjadi potret meningkatnya kesadaran spiritual masyarakat.

Dalam hikmah Subuh, Ustaz Dr. Abdul Latif Kadir, S.Pd., M.Pd. mengungkapkan kekagumannya atas antusiasme jemaah. Ia menilai, kekuatan umat tidak hanya terletak pada banyaknya yang hadir, tetapi juga pada keikhlasan dan konsistensi dalam beribadah serta berbagi.

Mengangkat tema keutamaan sedekah Subuh, ia menjelaskan bahwa sedekah merupakan salah satu “obat terbaik” dalam kehidupan. “Jangan sampai kita tergolong masekke (kikir) kepada sesama, apalagi lebih parah jika seseorang kikir terhadap dirinya sendiri dalam hal kebaikan (Makeddi),” ujarnya.

Ia mengingatkan, segala nikmat yang diberikan Allah SWT—mulai dari matahari, malam, hingga kehidupan itu sendiri—diberikan secara cuma-cuma. Sementara, kewajiban yang diminta kepada umat, seperti zakat, hanya sebagian kecil, yakni 2,5 persen dari harta yang dimiliki.

Sebagai bentuk implementasi sederhana, Ustaz Abdul Latif mengajak jemaah membiasakan sedekah Subuh melalui gerakan kecil namun konsisten. Salah satunya dengan menyisihkan sekitar Rp2.000 setiap hari yang dikumpulkan dalam wadah seperti botol air mineral. Jika dilakukan secara rutin selama sepekan hingga setahun, nilai tersebut tidak hanya menjadi amal pribadi, tetapi juga berpotensi menjadi gerakan sosial umat yang berdampak luas.

Sementara itu, H. Bakhtiar Syarifuddin, selaku muassis dan penggagas Majelis Suhada, turut memberikan penguatan kepada jemaah. Ia mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari ikhtiar menjalankan ibadah secara optimal.

“Kesehatan adalah penopang utama dalam beramal. Perbanyak konsumsi vitamin dan jaga kebugaran agar kita bisa terus istiqamah dalam kegiatan keagamaan,” pesannya.

Ia juga menyampaikan jadwal kegiatan Majelis Suhada untuk pekan berikutnya, sebagai upaya menjaga kesinambungan pembinaan spiritual masyarakat.

Kegiatan hikmah Subuh ini tidak hanya menjadi ruang ibadah, tetapi juga sarana edukasi yang mendorong umat untuk hidup lebih peduli, produktif, dan berorientasi pada kebermanfaatan bersama. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, diharapkan nilai-nilai sedekah Subuh dapat tumbuh menjadi gerakan kolektif yang memperkuat solidaritas umat di Kota Parepare.(*AD).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini