Beranda ADVERTORIAL Menapak Jejak Spiritualitas di Mangkoso: Jemaah Majelis Suhada Hidupkan Subuh Berjamaah di...

Menapak Jejak Spiritualitas di Mangkoso: Jemaah Majelis Suhada Hidupkan Subuh Berjamaah di Masjid Bersejarah

Rektor Institut Agama Islam DDI Mangkoso Prof, DR, Muhammmad Agus, MThI.

BARRU, SUARA AJATAPPARENG — Nuansa religius yang khusyuk menyelimuti Masjid Dakwah Mangkoso, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, saat Jemaah Majelis Suhada melaksanakan shalat Subuh berjamaah pada Jumat dini hari. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan juga perjalanan spiritual yang sarat nilai sejarah, edukasi, dan penguatan keimanan.Masjid Mangkoso dikenal sebagai salah satu cikal bakal pusat peradaban Islam di wilayah Ajatappareng. Pembangunannya diprakarsai oleh Raja Soppeng Riaja, H.M. Yusuf Andi Dagong, bersamaan dengan masjid di Lapasu dan Takkalasi. Keberadaan masjid ini juga menjadi saksi lahirnya Pondok Pesantren DDI Mangkoso yang didirikan oleh AGH Abdurrahman Ambo Dalle pada 21 Desember 1938, yang sejak awal difungsikan sebagai pusat pendidikan dan dakwah Islam.Kehadiran jemaah Majelis Suhada semakin bermakna dengan tausiyah Subuh yang disampaikan oleh Muhammad Agus, yang juga menjabat sebagai Rektor Institut Agama Islam DDI Mangkoso. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya menghidupkan waktu Subuh dengan dzikir, tilawah, serta amalan sunnah seperti Shalat Syuruq (Isyraq), yakni dua rakaat setelah matahari terbit sekitar 15–20 menit. Amalan ini, menurutnya, memiliki keutamaan besar, bahkan disetarakan dengan pahala haji dan umrah.“Momentum Subuh adalah titik awal keberkahan hari. Jika diawali dengan ibadah yang benar dan penuh kesadaran, maka insya Allah aktivitas sepanjang hari akan bernilai ibadah,” ungkapnya di hadapan jemaah.Kesan mendalam dirasakan oleh para peserta. Salah satunya disampaikan oleh Yan Ambasalu, yang mengaku terinspirasi oleh suasana spiritual di masjid bersejarah tersebut. Ia menyebut pengalaman ini sebagai pengingat akan pentingnya menjaga hubungan dengan Allah SWT di tengah kesibukan duniawi.Muassis Majelis Suhada, H. Bakhtiar Syarifuddin, S.E., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan hangat dari keluarga besar DDI Mangkoso. Ia menilai kegiatan ini sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif umat dalam menghidupkan masjid dan memperkuat ukhuwah Islamiyah.Turut hadir menyambut rombongan, sejumlah tokoh penting DDI Mangkoso, di antaranya AGH Prof. Dr. M. Faried Wadjedy, Prof. Dr. Muhammad Agus, serta Drs. H. Muhammad Akil, M.Pd., yang menjabat sebagai Ketua Senat Institut Agama Islam DDI Mangkoso sekaligus Ketua Pengurus Masjid Besar Ad-Dakwah Mangkoso.Kegiatan ini menjadi refleksi bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban, pendidikan, dan pembinaan umat. Melalui perjalanan religi seperti ini, Majelis Suhada menunjukkan komitmennya dalam membangun masyarakat yang religius, berilmu, dan berakhlak mulia.Dengan menghidupkan Subuh berjamaah dan menguatkan nilai-nilai spiritual, langkah kecil ini diharapkan mampu memberikan dampak besar bagi kebangkitan umat, khususnya di wilayah Ajatappareng dan sekitarnya.(*AD).


TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini