Musyawarah KADIN Sulsel Jadi Momentum Penguatan Dunia Usaha, SMSI Parepare Dukung Proses Organisasi yang Bermartabat
PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG – Pelaksanaan Musyawarah Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Selatan yang berlangsung di Bulukumba, Sabtu (13/6/2027), menjadi perhatian berbagai kalangan, khususnya pelaku usaha dan organisasi yang memiliki keterkaitan dengan penguatan iklim investasi serta pembangunan ekonomi daerah.
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Parepare, Abdul Razak Arsyad, S.H., M.H., menilai bahwa Musyawarah KADIN Sulsel merupakan momentum strategis untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus merumuskan arah pembangunan ekonomi Sulawesi Selatan yang lebih progresif dan berdaya saing.
Selain menjabat sebagai Ketua SMSI Kota Parepare, Abdul Razak Arsyad juga merupakan pengurus KADIN Kota Parepare, sehingga memiliki kedekatan dan pemahaman yang cukup terhadap dinamika organisasi serta peran strategis KADIN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut pria yang akrab disapa Acha Doel tersebut, dinamika yang muncul menjelang maupun selama pelaksanaan musyawarah merupakan hal yang lumrah dalam organisasi besar. Namun demikian, seluruh perbedaan pandangan seharusnya disalurkan melalui mekanisme organisasi yang telah diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
“Perbedaan pendapat adalah bagian dari demokrasi organisasi. Namun organisasi yang besar dan profesional tentu memiliki mekanisme yang harus dihormati bersama. Jika ada keberatan, maka saluran yang tepat adalah forum musyawarah maupun penyampaian secara resmi kepada perangkat organisasi yang berwenang,” ujar Abdul Razak.
Ia menegaskan bahwa KADIN merupakan organisasi strategis yang memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, pengembangan UMKM, serta peningkatan daya saing dunia usaha nasional dan daerah.
“KADIN bukan sekadar organisasi pengusaha, tetapi juga instrumen penting dalam membangun ekosistem ekonomi yang sehat. Karena itu, setiap proses organisasi harus dijaga marwah, profesionalisme, dan integritasnya,” tambahnya.
Sebagai pengurus KADIN Kota Parepare, Abdul Razak mengaku optimistis bahwa Musyawarah KADIN Sulsel akan melahirkan kepemimpinan yang mampu menjaga kesinambungan program organisasi sekaligus menghadirkan inovasi baru untuk menjawab tantangan ekonomi yang terus berkembang.
Mantan Ketua PWI Parepare-Barru tersebut juga memberikan apresiasi terhadap capaian kepemimpinan KADIN Sulsel periode sebelumnya yang dinilai berhasil menjaga eksistensi organisasi serta memperkuat hubungan kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, kepemimpinan Ketua KADIN Sulsel sebelumnya, Andi Iwan Darmawan Aras, masih menunjukkan kapasitas, pengalaman, dan jaringan yang kuat dalam mengawal kepentingan dunia usaha Sulawesi Selatan di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.
“Keberlanjutan program-program yang baik perlu mendapat perhatian. Pengalaman, rekam jejak, serta kontribusi yang telah diberikan menjadi modal penting dalam membangun KADIN yang semakin kuat dan adaptif terhadap perubahan zaman,” ungkapnya.
Abdul Razak berharap Musyawarah KADIN Sulsel dapat berlangsung kondusif, demokratis, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi serta dunia usaha Sulawesi Selatan.
“Yang paling penting adalah bagaimana KADIN semakin solid, mampu melahirkan gagasan-gagasan inovatif, memperkuat investasi, membuka lapangan kerja, serta menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” tutupnya.
Musyawarah KADIN Sulsel tahun ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat demi mewujudkan Sulawesi Selatan sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi terdepan di Indonesia Timur.(*AD)

















