Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Mewujudkan Pribadi Unggul dan Masyarakat yang Bermartabat
PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar momentum mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi menjadi ruang spiritual untuk kembali menyelami, memahami, dan meneladani akhlak mulia yang diwariskan Nabi Muhammad SAW kepada umat manusia.
Semangat itulah yang akan dihadirkan dalam kegiatan Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar oleh Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI), pada Ahad, 6 September 2026, pukul 13.00 WITA.
Kegiatan tersebut akan berlangsung di kediaman Prof. Dr. H. Surianto, AM., S.Ag., MM., selaku Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia, di Jalan Jenderal Ahmad Yani Km 4, Kediaman Prof. Dr. H. Surianto, AM., S.Ag., MM.
Mengusung semangat “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW, Mewujudkan Pribadi yang Unggul dan Masyarakat yang Bermartabat”, peringatan Maulid ini diharapkan menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keimanan, persaudaraan, keteladanan, serta kepedulian sosial.
Hikmah Maulid akan dibawakan oleh Dr. Saparuddin Al-Ansi, S.Pd.I., M.Pd., LG., Gr., yang diharapkan mampu memberikan pencerahan spiritual dan edukasi keagamaan kepada seluruh jamaah yang hadir.
Bagi Prof. Dr. H. Surianto, peringatan Maulid Nabi memiliki makna yang jauh lebih mendalam daripada sebuah seremoni tahunan. Nilai perjuangan, kejujuran, amanah, kedisiplinan, kesabaran dan kepemimpinan Rasulullah SAW merupakan fondasi penting yang harus terus dihidupkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, termasuk dalam menjalankan amanah organisasi dan membangun bangsa.
Dalam perspektif kehidupan modern, keteladanan Rasulullah SAW juga relevan untuk menjawab berbagai tantangan zaman. Kemajuan tidak hanya diukur dari capaian material dan prestasi, melainkan juga dari kualitas moral serta kemampuan manusia menjaga integritas dalam setiap tanggung jawab yang diembannya.
Spiritualitas dan profesionalisme, pada akhirnya, bukanlah dua hal yang harus dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan seiring ketika setiap ikhtiar dibangun di atas nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab dan pengabdian.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, PB PSTI Indonesia diharapkan tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga memperkokoh kesadaran bahwa membangun prestasi dan kemajuan harus selalu berjalan bersama pembangunan karakter.
Rasulullah SAW telah meninggalkan teladan agung tentang bagaimana kekuatan iman melahirkan keteguhan, bagaimana akhlak membangun kepercayaan, dan bagaimana kepemimpinan sejati selalu berorientasi pada kemaslahatan.
Momentum Maulid pun menjadi ajakan untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan, melakukan refleksi, lalu kembali melangkah dengan hati yang lebih jernih dan niat yang lebih tulus.
Sebab, meneladani Rasulullah SAW bukan hanya dengan mengenang sejarahnya, tetapi dengan menghadirkan akhlaknya dalam tindakan.
Dari pribadi yang berakhlak akan lahir keluarga yang kuat. Dari keluarga yang kuat akan tumbuh masyarakat yang bermartabat. Dan dari masyarakat yang bermartabat, harapan untuk melahirkan bangsa yang unggul akan semakin nyata.
Semoga peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi cahaya yang meneguhkan iman, memperkuat persaudaraan, serta menginspirasi setiap insan untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai pedoman dalam mengabdi kepada agama, masyarakat, bangsa dan negara.
“Meneladani Rasulullah dalam akhlak, menguatkan umat dalam persaudaraan, dan membangun kehidupan dengan kemuliaan.”
SUARA AJATAPPARENG

















