Beranda ADVERTORIAL Tradisi Maulid Keturunan La Taha di Jalan Merpati: Saat Batang Pisang Menyatukan...

Tradisi Maulid Keturunan La Taha di Jalan Merpati: Saat Batang Pisang Menyatukan Keluarga

Dari tangan Tante Libu hingga gotong royong keluarga, tradisi Maulid menjadi ruang merawat silaturahmi dan mengenang warisan keluarga

SIDRAP, SUARA AJATAPPARENG — Ada cara sederhana namun penuh makna yang terus dirawat masyarakat Jalan Merpati, Kelurahan Wala, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Bagi keluarga besar keturunan almarhum (Purn.) La Taha, Maulid Nabi bukan sekadar perayaan tahunan. Di balik hiasan yang menghiasi batang-batang pisang, tersimpan semangat gotong royong, kebersamaan, serta tradisi keluarga yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Tahun ini, persiapan perayaan Maulid diprakarsai lebih awal oleh Hasnawati Taha, yang akrab disapa Tante Libu.

“Saya menggagas kegiatan kali ini lebih awal, karena adik-adik saya lagi sibuk semua,” ujar Tante Libu.

Keputusan untuk memulai persiapan lebih awal justru menghadirkan suasana berbeda. Rumah keluarga La Taha perlahan berubah menjadi ruang berkumpul. Satu per satu anggota keluarga datang mengambil bagian, membawa tenaga, kreativitas, sekaligus cerita masing-masing.

Di tengah kesibukan tersebut, Adhar alias Dede bersama Srimulyani atau Tante Ani turut membantu Tante Libu mempersiapkan batang pisang dan berbagai hiasan yang menjadi bagian dari tradisi Maulid.

Batang pisang yang awalnya hanya tampak sederhana, kemudian disulap menjadi bagian dari dekorasi Maulid yang penuh warna. Prosesnya pun tidak dilakukan sendiri.

Keluarga besar La Taha bergerak bersama.

Setelah persiapan rampung, masing-masing anggota keluarga turut meramaikan kegiatan dengan memasang satu batang pohon pisang lengkap dengan berbagai aksesori hiasan.

Di sinilah letak keunikan tradisi tersebut.

Bukan soal seberapa mewah hiasannya, tetapi tentang bagaimana setiap orang merasa memiliki bagian dalam sebuah perayaan bersama.

Maulid sebagai Ruang Silaturahmi

Tradisi Maulid yang hidup di tengah masyarakat bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga dapat menjadi ruang mempererat hubungan antarkeluarga dan masyarakat.

Anak-anak, orang tua, hingga generasi muda dapat berkumpul dalam satu suasana. Mereka berbagi tugas, bercengkerama, sekaligus belajar bahwa sebuah tradisi akan tetap hidup apabila ada generasi yang bersedia merawatnya.

Bagi keluarga keturunan La Taha, batang pisang yang dihias itu seolah menjadi simbol sederhana tentang kebersamaan.

Satu keluarga, satu batang, satu kontribusi—kemudian semuanya menyatu menjadi sebuah perayaan.

Ada nilai pendidikan yang terselip di dalamnya: gotong royong, kepedulian, berbagi, dan menghargai warisan leluhur.

Puncak Perayaan Pukul 20.30 WITA

Setelah seluruh persiapan dilakukan bersama, suasana Jalan Merpati semakin semarak menjelang puncak perayaan.

Keluarga besar keturunan almarhum (Purn.) La Taha bersiap menyambut pelaksanaan tradisi Maulid Nabi Muhammad SAW yang puncaknya dijadwalkan berlangsung pada pukul 20.30 WITA.

Bagi Tante Libu dan keluarga, perayaan ini tentu bukan sekadar tentang batang pisang dan hiasan yang dipasang.

Lebih dari itu, ada kerinduan untuk terus mempertemukan keluarga dalam suasana penuh kebahagiaan.

Sebab, tradisi yang diwariskan tidak akan berarti tanpa orang-orang yang bersedia menjaganya.

Dan malam ini, di Jalan Merpati, keluarga besar La Taha kembali membuktikan bahwa Maulid bukan hanya tentang memperingati sebuah kelahiran, tetapi juga tentang menghidupkan kembali kasih sayang, mempererat silaturahmi, dan merawat kebersamaan.

Di antara warna-warni hiasan batang pisang, tawa keluarga dan kesibukan mempersiapkan perayaan, ada satu pesan yang terasa sederhana namun dalam:

Selama keluarga masih mau berkumpul, tradisi akan tetap hidup. Selama silaturahmi terus dijaga, kenangan tentang orang-orang terdahulu akan tetap memiliki tempat di hati generasi berikutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini