SUARA AJATAPPARENG | AICHI-NAGOYA 2026
JAKARTA — Perjuangan Tim Sepak Takraw Indonesia pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 berbuah capaian membanggakan. Setibanya di Tanah Air, para atlet dan ofisial mendapat sambutan hangat sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan mereka membawa nama Indonesia di pentas olahraga terbesar Asia.
Dalam video kepulangan yang diterima SUARA AJATAPPARENG, tampak jajaran atlet Tim Indonesia mengenakan seragam kontingen, lengkap dengan medali yang diraih selama berlaga di Aichi-Nagoya. Para atlet juga terlihat mendapat sambutan dan apresiasi dari berbagai pihak.
Turut berada bersama rombongan Ketua Umum PB PSTI, Prof. Dr. H. Surianto AM, S.Ag., M.M., yang selama perjalanan kontingen mendampingi perjuangan tim sepaktakraw Indonesia.
Suasana kepulangan berlangsung penuh kebanggaan. Senyum para atlet, kalungan medali, serta sambutan yang diberikan menjadi gambaran bahwa perjuangan mereka di Jepang mendapat apresiasi di Tanah Air.
EMPAT MEDALI UNTUK INDONESIA
Perjalanan Tim Sepak Takraw Indonesia di Aichi-Nagoya 2026 menghasilkan empat medali, sebuah capaian yang menjadi bagian penting dalam perjalanan pembinaan prestasi sepaktakraw nasional.
Salah satu capaian paling menonjol datang dari nomor kuadran putra, ketika Indonesia berhasil menembus partai final dan berhadapan dengan tuan rumah Jepang.
Pertandingan final berlangsung dramatis. Indonesia sempat kehilangan set pertama 15-17, kemudian bangkit dan merebut set kedua 15-9. Pada set penentuan, Jepang akhirnya mengamankan kemenangan 15-13.
Indonesia pun harus puas dengan medali perak, sementara Jepang meraih emas.
Meski gagal menutup perjuangan dengan emas, keberhasilan mencapai final menunjukkan bahwa sepaktakraw Indonesia mampu bersaing di level tertinggi Asia.
H. SURIANTO: MEDALI ADALAH HASIL KERJA BERSAMA
Bagi H. Surianto, capaian tersebut tidak lahir dari kerja satu atau dua orang. Di balik setiap medali terdapat kerja panjang atlet, pelatih, ofisial, pengurus, serta dukungan pemerintah dan masyarakat.
Karena itu, kepulangan para atlet bukan sekadar seremoni setelah pertandingan. Momentum tersebut menjadi ruang untuk memberikan penghargaan sekaligus membangun optimisme baru bagi masa depan sepaktakraw Indonesia.
Kepemimpinan H. Surianto di PB PSTI menjadi bagian dari proses memperkuat pembinaan dan menjaga kesinambungan prestasi nasional.
Medali yang dibawa pulang dari Jepang bukan sekadar angka dalam daftar perolehan medali. Di baliknya terdapat keringat, disiplin, pengorbanan dan semangat para atlet yang berjuang membawa nama Merah Putih.
DARI AICHI-NAGOYA MENUJU TARGET BERIKUTNYA
Asian Games Aichi-Nagoya 2026 kini menjadi bagian dari sejarah perjalanan sepaktakraw Indonesia.
Pengalaman menghadapi tim-tim terbaik Asia menjadi modal penting bagi PB PSTI untuk melakukan evaluasi dan menyusun langkah pembinaan berikutnya.
Regenerasi atlet, peningkatan kualitas kompetisi dalam negeri, penguatan program pelatihan, serta pembinaan berkelanjutan menjadi pekerjaan yang harus terus dilakukan.
Bagi H. Surianto dan PB PSTI, perjuangan belum berhenti di Aichi-Nagoya.
Empat medali telah dibawa pulang. Kini saatnya menjadikan capaian tersebut sebagai fondasi untuk membangun prestasi yang lebih tinggi.
Kepulangan para pahlawan olahraga ini sekaligus membawa pesan sederhana:
Merah Putih boleh kembali dari Jepang, tetapi semangat untuk mengibarkannya di podium internasional harus terus menyala.
SUARA AJATAPPARENG
Jujur Bersuara • Independen • Terpercaya

















