Beranda ADVERTORIAL DARI PAREPARE KE PUNCAK ELBRUS

DARI PAREPARE KE PUNCAK ELBRUS

H. Mukhtar Mukti, Pengusaha yang Menaklukkan Batas dan Membawa Semangat Garuda Nusantara

PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG — Ada perjalanan yang tidak hanya diukur dari seberapa tinggi seseorang mampu melangkah, tetapi juga dari seberapa panjang perjuangan yang telah dilalui dalam kehidupan.

Sosok itu adalah H. Mukhtar Mukti, putra Parepare yang lahir pada 26 Juli 1957, putra dari pasangan H. Abd. Mukti Rachim dan Hj. Naimah.

Kini, di usia yang telah matang, H. Mukhtar Mukti justru menunjukkan bahwa usia bukan batas untuk terus bermimpi, berpetualang, dan menantang diri. Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah keberhasilannya menjadi bagian dari ekspedisi pendakian Mount Elbrus, salah satu puncak gunung yang menjadi tantangan bagi para pendaki dunia.

Bagi H. Mukhtar, perjalanan menuju puncak bukan sekadar aktivitas olahraga atau petualangan. Di balik langkah demi langkah menuju ketinggian, terdapat pesan tentang keberanian, kedisiplinan, ketekunan, kesehatan, serta kecintaan terhadap alam dan Tanah Air.

Dari dunia usaha hingga dunia pendakian

H. Mukhtar Mukti dikenal sebagai seorang pengusaha yang aktif di lingkungan HISWANAMIGAS dan pemilik SPBU. Sebelum menekuni usaha minyak dan gas secara lebih luas, ia juga pernah berkecimpung dalam dunia jasa konstruksi.

Perjalanan bisnis tersebut tidak selalu berjalan mudah. Ada masa ketika ia bersama sahabat dan rekan seperjuangan harus berjuang mendapatkan pekerjaan melalui proses tender proyek.

Salah seorang sahabat yang mengenal perjalanan tersebut adalah Abdul Razak Arsyad, S.H., M.H.

Bagi Abdul Razak, H. Mukhtar bukan hanya seorang senior atau sahabat, tetapi juga sosok yang sejak muda telah memperlihatkan karakter seorang pekerja keras.

“Beliau pengusaha yang tekun dan berkomitmen serta disiplin waktu. Saat kami masih muda, kami bersama-sama berjuang meraih proyek dengan mengikuti tender,” kenang Abdul Razak.

Perjalanan keduanya kemudian membawa mereka ke jalan masing-masing.

H. Mukhtar terus membesarkan usaha di bidang minyak dan gas hingga berkembang lintas daerah, sementara Abdul Razak menekuni dunia jurnalistik dan kemudian profesi hukum.

“Setelah kami berpisah, beliau membesarkan usaha minyak hingga ke Bandung. Saya menjadi wartawan, kemudian menjadi lawyer,” ujar Abdul Razak.

Menurutnya, perjalanan H. Mukhtar menunjukkan bahwa seorang pengusaha tidak cukup hanya memiliki modal, tetapi membutuhkan ketekunan, disiplin, komitmen dan keberanian mengambil peluang.

“Sekarang beliau sudah menasional dalam usaha gas dan minyak,” katanya.

Dari bisnis menuju puncak Elbrus

Di luar kesibukannya sebagai pengusaha, H. Mukhtar Mukti memiliki sisi lain yang tidak kalah menarik: kecintaannya terhadap alam dan aktivitas pendakian.

Mount Elbrus menjadi salah satu pembuktian bahwa semangat untuk menantang diri tidak berhenti ketika seseorang memasuki usia matang.

Puncak Elbrus bukan sekadar tempat untuk mengejar prestasi personal. Bagi H. Mukhtar, perjalanan itu menjadi ruang untuk menikmati kebesaran Allah sekaligus mensyukuri kesehatan dan kesempatan yang diberikan.

Di tengah keterbatasan manusia ketika berhadapan dengan alam, pendakian mengajarkan satu hal penting: manusia boleh memiliki ambisi, tetapi tetap harus menghormati kekuatan alam.

Setiap langkah menuju puncak membutuhkan persiapan, ketahanan fisik, pengendalian diri dan kerja sama tim.

Nilai-nilai tersebut sejatinya tidak jauh berbeda dengan prinsip yang selama ini dijalani H. Mukhtar dalam dunia usaha.

Elbrus dan semangat Garuda Nusantara

Ekspedisi The Elbrus Garuda Nusantara menjadi momentum yang memiliki makna lebih luas.

Pendakian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia bahwa mencintai alam tidak hanya berarti menjelajah hutan dan gunung di Tanah Air.

Kecintaan terhadap alam juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan semangat Merah Putih di pentas dunia.

Ketika seorang putra Indonesia berdiri di puncak gunung dunia, yang dibawa bukan hanya perlengkapan pendakian dan tujuan pribadi. Ada identitas bangsa, kebanggaan daerah, serta pesan bahwa Indonesia memiliki generasi yang berani bermimpi dan berani menaklukkan tantangan.

Pendakian mengajarkan bahwa keberanian, disiplin dan kerja sama merupakan modal penting untuk menghadapi setiap tantangan.

Nilai itu relevan bagi siapa pun.

Bagi pengusaha, ia menjadi prinsip dalam membangun usaha. Bagi profesional, menjadi etos dalam menjalankan pekerjaan. Bagi generasi muda, menjadi bekal untuk mengejar cita-cita.

Putra Parepare yang membawa cerita ke dunia

H. Mukhtar Mukti kini menjalani kehidupan antara Parepare dan Bandung.

Dari Parepare, perjalanan hidupnya dimulai. Dari dunia usaha, ia membangun pengalaman. Dari dunia minyak dan gas, ia memperluas jejaring dan kiprahnya. Dan dari dunia pendakian, ia menemukan ruang untuk menikmati alam sekaligus menguji batas kemampuan dirinya.

Ia dikaruniai dua orang anak, Karlina Gusmarani dan Meihta Dwiguna Saputra, serta empat orang cucu.

Di tengah kesibukan sebagai pengusaha dan keluarga yang telah dibangun, pengalaman mendaki Mount Elbrus menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan hidupnya.

Ada pesan sederhana namun kuat dari pencapaian tersebut: usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk belajar, bergerak dan berkarya tidak harus berhenti.

Ketika pengalaman menjadi inspirasi

Kisah H. Mukhtar Mukti memperlihatkan bahwa perjalanan seorang tokoh tidak selalu lahir dari satu bidang.

Ia pernah berada di dunia konstruksi, kemudian membangun usaha minyak dan gas, menjalani kehidupan sebagai pengusaha, sekaligus menemukan tantangan baru melalui aktivitas pendakian.

Kesemuanya bertemu pada satu karakter: ketekunan.

Bagi generasi muda Parepare dan Indonesia, kisah tersebut dapat menjadi inspirasi bahwa keberhasilan tidak datang secara instan.

Ada proses panjang yang harus dijalani. Ada kegagalan yang harus diterima. Ada kesempatan yang harus dimanfaatkan. Dan ada keberanian untuk terus melangkah ketika tantangan datang.

Mount Elbrus akhirnya bukan hanya sebuah puncak yang berhasil dicapai.

Ia menjadi simbol perjalanan panjang seorang putra Parepare yang sejak muda belajar berjuang, membangun usaha, menjaga komitmen, dan pada usia yang matang masih memiliki keberanian untuk menantang ketinggian.

Dari Parepare menuju dunia, H. Mukhtar Mukti membawa satu pesan penting: tidak ada kata terlambat untuk menaklukkan batas diri.

Dan ketika Merah Putih dibawa hingga ke puncak Mount Elbrus, perjalanan itu tidak lagi semata-mata tentang seorang pendaki.

Ia menjadi bagian dari cerita tentang Indonesia yang berani bermimpi, berani melangkah, dan berani berdiri di panggung dunia.

SUARA AJATAPPARENG — Jujur Bersuara • Independen • Terpercaya

DARI PAREPARE KE PUNCAK ELBRUS

H. Mukhtar Mukti, Pengusaha yang Menaklukkan Batas dan Membawa Semangat Garuda Nusantara

PAREPARE — Ada perjalanan yang tidak hanya diukur dari seberapa tinggi seseorang mampu melangkah, tetapi juga dari seberapa panjang perjuangan yang telah dilalui dalam kehidupan.

Sosok itu adalah H. Mukhtar Mukti, putra Parepare yang lahir pada 26 Juli 1957, putra dari pasangan H. Abd. Mukti Rachim dan Hj. Naimah.

Kini, di usia yang telah matang, H. Mukhtar Mukti justru menunjukkan bahwa usia bukan batas untuk terus bermimpi, berpetualang, dan menantang diri. Salah satu pencapaian yang membanggakan adalah keberhasilannya menjadi bagian dari ekspedisi pendakian Mount Elbrus, salah satu puncak gunung yang menjadi tantangan bagi para pendaki dunia.

Bagi H. Mukhtar, perjalanan menuju puncak bukan sekadar aktivitas olahraga atau petualangan. Di balik langkah demi langkah menuju ketinggian, terdapat pesan tentang keberanian, kedisiplinan, ketekunan, kesehatan, serta kecintaan terhadap alam dan Tanah Air.

Dari dunia usaha hingga dunia pendakian

H. Mukhtar Mukti dikenal sebagai seorang pengusaha yang aktif di lingkungan HISWANAMIGAS dan pemilik SPBU. Sebelum menekuni usaha minyak dan gas secara lebih luas, ia juga pernah berkecimpung dalam dunia jasa konstruksi.

Perjalanan bisnis tersebut tidak selalu berjalan mudah. Ada masa ketika ia bersama sahabat dan rekan seperjuangan harus berjuang mendapatkan pekerjaan melalui proses tender proyek.

Salah seorang sahabat yang mengenal perjalanan tersebut adalah Abdul Razak Arsyad, S.H., M.H.

Bagi Abdul Razak, H. Mukhtar bukan hanya seorang senior atau sahabat, tetapi juga sosok yang sejak muda telah memperlihatkan karakter seorang pekerja keras.

“Beliau pengusaha yang tekun dan berkomitmen serta disiplin waktu. Saat kami masih muda, kami bersama-sama berjuang meraih proyek dengan mengikuti tender,” kenang Abdul Razak.

Perjalanan keduanya kemudian membawa mereka ke jalan masing-masing.

H. Mukhtar terus membesarkan usaha di bidang minyak dan gas hingga berkembang lintas daerah, sementara Abdul Razak menekuni dunia jurnalistik dan kemudian profesi hukum.

“Setelah kami berpisah, beliau membesarkan usaha minyak hingga ke Bandung. Saya menjadi wartawan, kemudian menjadi lawyer,” ujar Abdul Razak.

Menurutnya, perjalanan H. Mukhtar menunjukkan bahwa seorang pengusaha tidak cukup hanya memiliki modal, tetapi membutuhkan ketekunan, disiplin, komitmen dan keberanian mengambil peluang.

“Sekarang beliau sudah menasional dalam usaha gas dan minyak,” katanya.

Dari bisnis menuju puncak Elbrus

Di luar kesibukannya sebagai pengusaha, H. Mukhtar Mukti memiliki sisi lain yang tidak kalah menarik: kecintaannya terhadap alam dan aktivitas pendakian.

Mount Elbrus menjadi salah satu pembuktian bahwa semangat untuk menantang diri tidak berhenti ketika seseorang memasuki usia matang.

Puncak Elbrus bukan sekadar tempat untuk mengejar prestasi personal. Bagi H. Mukhtar, perjalanan itu menjadi ruang untuk menikmati kebesaran Allah sekaligus mensyukuri kesehatan dan kesempatan yang diberikan.

Di tengah keterbatasan manusia ketika berhadapan dengan alam, pendakian mengajarkan satu hal penting: manusia boleh memiliki ambisi, tetapi tetap harus menghormati kekuatan alam.

Setiap langkah menuju puncak membutuhkan persiapan, ketahanan fisik, pengendalian diri dan kerja sama tim.

Nilai-nilai tersebut sejatinya tidak jauh berbeda dengan prinsip yang selama ini dijalani H. Mukhtar dalam dunia usaha.

Elbrus dan semangat Garuda Nusantara

Ekspedisi The Elbrus Garuda Nusantara menjadi momentum yang memiliki makna lebih luas.

Pendakian tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia bahwa mencintai alam tidak hanya berarti menjelajah hutan dan gunung di Tanah Air.

Kecintaan terhadap alam juga dapat menjadi sarana untuk memperkenalkan semangat Merah Putih di pentas dunia.

Ketika seorang putra Indonesia berdiri di puncak gunung dunia, yang dibawa bukan hanya perlengkapan pendakian dan tujuan pribadi. Ada identitas bangsa, kebanggaan daerah, serta pesan bahwa Indonesia memiliki generasi yang berani bermimpi dan berani menaklukkan tantangan.

Pendakian mengajarkan bahwa keberanian, disiplin dan kerja sama merupakan modal penting untuk menghadapi setiap tantangan.

Nilai itu relevan bagi siapa pun.

Bagi pengusaha, ia menjadi prinsip dalam membangun usaha. Bagi profesional, menjadi etos dalam menjalankan pekerjaan. Bagi generasi muda, menjadi bekal untuk mengejar cita-cita.

Putra Parepare yang membawa cerita ke dunia

H. Mukhtar Mukti kini menjalani kehidupan antara Parepare dan Bandung.

Dari Parepare, perjalanan hidupnya dimulai. Dari dunia usaha, ia membangun pengalaman. Dari dunia minyak dan gas, ia memperluas jejaring dan kiprahnya. Dan dari dunia pendakian, ia menemukan ruang untuk menikmati alam sekaligus menguji batas kemampuan dirinya.

Ia dikaruniai dua orang anak, Karlina Gusmarani dan Meihta Dwiguna Saputra, serta empat orang cucu.

Di tengah kesibukan sebagai pengusaha dan keluarga yang telah dibangun, pengalaman mendaki Mount Elbrus menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan hidupnya.

Ada pesan sederhana namun kuat dari pencapaian tersebut: usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk belajar, bergerak dan berkarya tidak harus berhenti.

Ketika pengalaman menjadi inspirasi

Kisah H. Mukhtar Mukti memperlihatkan bahwa perjalanan seorang tokoh tidak selalu lahir dari satu bidang.

Ia pernah berada di dunia konstruksi, kemudian membangun usaha minyak dan gas, menjalani kehidupan sebagai pengusaha, sekaligus menemukan tantangan baru melalui aktivitas pendakian.

Kesemuanya bertemu pada satu karakter: ketekunan.

Bagi generasi muda Parepare dan Indonesia, kisah tersebut dapat menjadi inspirasi bahwa keberhasilan tidak datang secara instan.

Ada proses panjang yang harus dijalani. Ada kegagalan yang harus diterima. Ada kesempatan yang harus dimanfaatkan. Dan ada keberanian untuk terus melangkah ketika tantangan datang.

Mount Elbrus akhirnya bukan hanya sebuah puncak yang berhasil dicapai.

Ia menjadi simbol perjalanan panjang seorang putra Parepare yang sejak muda belajar berjuang, membangun usaha, menjaga komitmen, dan pada usia yang matang masih memiliki keberanian untuk menantang ketinggian.

Dari Parepare menuju dunia, H. Mukhtar Mukti membawa satu pesan penting: tidak ada kata terlambat untuk menaklukkan batas diri.

Dan ketika Merah Putih dibawa hingga ke puncak Mount Elbrus, perjalanan itu tidak lagi semata-mata tentang seorang pendaki.

Ia menjadi bagian dari cerita tentang Indonesia yang berani bermimpi, berani melangkah, dan berani berdiri di panggung dunia.

SUARA AJATAPPARENG — Jujur Bersuara • Independen • Terpercaya

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini