PAREPARE, SUARAJATAPPARENG.COM — Komisi II DPRD Parepare rapat koordinasi dengan Dinas Sosial terkait data bantuan sosial (bansos), dewan berharap agar bansos tersalurkan tepat sasaran. Kamis (7/1/2021).
Sudirman Tansi (Legislator PBB), mengaku gagal memperjuangkan masyarakat. Pasalnya, masyarakat prasejahtera justru bertambah. Olehnya itu, ia berharap Pemkot agar serius menangani data bansos. “Bekerjalah serius. Tugas kami di DPRD ini, memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. Tolong diperhatikanki kinerjata di,” harapnya.
Kamaluddin Kadir, meminta Dinsos agar mengakomodir semua warga prasejahtera. Termasuk, kata dia, yang tidak terdaftar dalam DTKS. Itu bisa dibantu lewat dana Belanja Tak Terduga (BTT). “Kita harapkan dinas sosial dapat memperbaiki data berdasarkan verifikasi dan validasi. Kita juga berharap penyaluran bantuan tepat sasaran. Apalagi yang terdata dalam DTKS,” kata Ketua Komisi II DPRD Parepare itu.
“Sehingga pada akhirnya, tidak ada lagi masyarakat tidak tersentuh bantuan,” harap Legislator Partai Gerindra ini.
Ketua DPRD Parepare Andi Nurhatina, mengingatkan penggunaan pagu wilayah. Ia mengharapkan agar pagu wilayah tak diotak-atik oleh semua SKPD. “Termasuk kalau ada refocusing atau realokasi. Jangan ganggu pagu wilayah, karena itu hak masyarakat,” urai Legislator dari Golkar ini.
Sementara, Hasan Ginca Kadis Sosial mengakui dan segera melakukan verifikasi dan validasi DTKS lanjutan. Hasan mengaku akan membantu masyarakat non DTKS lewat dana BTT. “Tentu kita lihat dulu. Apakah warga itu telah dapat bantuan atau tidak? Apakah layak dapat bantuan?. Kalau iya, segera kami bantu lewat BTT,” ujar dia.
Melengkapi informasi, inilah beberapa jenis bansos antara lain ;
- Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT),
- Bantuan APBD provinsi Sulsel,
- Program Keluarga Harapan (PKH),
- Bantuan Sosial Tunai (BST),
- Rastra Daerah dan bantuan Covid-19,yang bersumber dari APBD Pemkot Parepare.
Kepala Dinas Sosial ini menyebutkan sebanyak 14.201 warga, sudah terdata dalam DTKS. Indikatornya, warga kurang mampu. Dinsos menjamin tak berani memotong volume bansos. “Kalau ada ditemukan, laporkan ke saya,” tegas Hasan Ginca.(*/AR).

















