H. Surianto Pimpin PB PSTI 2025–2029
JAKARTA, SUARA AJATAPPARENG — H. Surianto dipercaya memimpin Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) untuk periode 2025–2029. Kepastian ini diperoleh melalui Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) PSTI yang berlangsung di Gedung KONI Pusat, Jakarta, Sabtu, 1 November 2025.
Dalam proses pemilihan yang berlangsung demokratis, H. Surianto meraih 13 suara sah dari total 24 suara Pengurus Provinsi (Pengprov) PSTI se-Indonesia. Pesaingnya, Rudianto Manurung, memperoleh 11 suara. Selisih tipis dua suara tersebut memastikan kelanjutan kepemimpinan Surianto di tubuh organisasi takraw nasional untuk lima tahun mendatang.
Salah satu anggota tim pemenangan, Jamal Razak, menyampaikan bahwa hasil ini merupakan buah dari konsolidasi dan komitmen bersama para pengurus daerah yang menginginkan keberlanjutan program pembinaan dan pengembangan sepak takraw nasional.
“Kemenangan ini bukan semata hasil dukungan politik organisasi, tetapi bentuk kepercayaan terhadap visi keberlanjutan dan pembinaan atlet takraw dari pusat hingga daerah,” ujarnya.
Panitia Munaslub sebelumnya menetapkan bahwa setiap calon ketua umum wajib menyetor kontribusi sebesar Rp500 juta sebagai bentuk komitmen moral dan finansial dalam memajukan cabang olahraga sepak takraw. Ketentuan ini diterapkan untuk memastikan keseriusan para calon dalam mendukung program kerja PB PSTI.
Baik H. Surianto maupun Rudianto Manurung telah memenuhi seluruh persyaratan administratif, termasuk ketentuan kontribusi tersebut.

“Kami mengikuti semua ketentuan yang berlaku. Ini bukan soal uang, tapi soal niat membangun takraw Indonesia,” ujar Rudianto sebelum proses pemilihan berlangsung.
Pemilihan kali ini hanya diikuti dua kandidat yang telah melalui tahapan penjaringan dan penyaringan oleh Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) PB PSTI. Meski kompetisi berlangsung ketat, suasana Munaslub tetap kondusif dan penuh semangat kebersamaan.
Para peserta berharap kepemimpinan baru PB PSTI mampu membawa energi segar dalam memperkuat tata kelola organisasi, memperluas jangkauan pembinaan ke daerah-daerah, serta meningkatkan prestasi sepak takraw Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan terpilihnya kembali H. Surianto, publik kini menantikan langkah strategis PB PSTI dalam memperkuat ekosistem sepak takraw Indonesia—mulai dari pembinaan atlet muda, peningkatan kompetisi nasional, hingga penguatan peran Indonesia di panggung dunia.(*AD).

















