PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG — Puluhan pedagang asongan yang menggantungkan nafkah di area Stadion Gelora BJ Habibie (GBH) mengadukan ketidakadilan dalam penataan lokasi jualan setiap kali pertandingan Liga berlangsung. Para pedagang berharap adanya pengaturan yang lebih transparan dan berkeadilan agar seluruh pelaku usaha kecil dapat memperoleh kesempatan ekonomi yang setara.
Aspirasi tersebut disampaikan dalam pertemuan yang difasilitasi anggota DPRD Parepare, Asy’ari Abdullah (Dapil Bacukiki), pada Sabtu, 1 November 2025. Hadir pula Ketua Komisi II DPRD Parepare S. Parman, Sekretaris Dispora Muh. Yusuf, perwakilan Manajemen PSM Makassar yang diwakili Yoyo, Ketua RT 1 RW 8 Kelurahan Lompoe Dg. Pole, tokoh masyarakat, serta perwakilan pedagang.
Keluhan Pedagang: Pungutan Sama, Lokasi Tidak Sama
Menurut penuturan Dg. Pole, pedagang asongan diminta membayar pungutan Rp20.000 setiap selesai pertandingan kepada pihak yang diberi mandat manajemen untuk mengatur area jualan. Namun, pembagian lokasi dinilai tidak merata.
“Ada pedagang yang ditempatkan di area ramai seperti dekat tribun, sementara sebagian lainnya di belakang gawang yang sepi pembeli. Padahal semua tetap ditagih biaya yang sama. Ini yang menimbulkan rasa ketidakadilan,” jelas Dg. Pole menyampaikan keluhan pedagang.
Kondisi tersebut memicu keresahan karena secara langsung berdampak pada pendapatan pedagang, yang sebagian besar mengandalkan hasil penjualan harian untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Dialog Difasilitasi DPRD: Mencari Skema yang Lebih Adil
Untuk menghindari konflik berlarut, pertemuan digelar sebagai langkah mencari jalan tengah. Sekitar 15 pedagang hadir, sementara sebagian lainnya memilih tidak ikut karena khawatir perubahan lokasi akan berdampak pada penghasilan mereka.
Diskusi berlangsung hingga malam hari, namun belum menghasilkan kesepakatan. Meski demikian, pedagang tetap mengusulkan adanya sistem rotasi lokasi jualan agar seluruh pedagang mendapatkan peluang ekonomi yang setara.
“Kami hanya ingin keadilan. Kalau bisa ada pergiliran tempat, supaya semua punya kesempatan yang sama,” ujar salah satu pedagang.
Menunggu Respons Resmi Manajemen PSM
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PSM Makassar melalui perwakilannya, Yoyo, belum memberikan pernyataan resmi terkait tuntutan pedagang.
DPRD Berkomitmen Mengawal Aspirasi
DPRD Parepare menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi para pedagang kecil, sembari tetap mempertimbangkan aspek ketertiban dan aturan yang berlaku di area stadion.
Anggota DPRD menilai dialog seperti ini penting sebagai edukasi bagi semua pihak agar pengelolaan ruang publik, termasuk area stadion, dapat lebih berpihak pada masyarakat kecil sekaligus menjaga harmoni antara penyelenggara pertandingan dan pelaku ekonomi lokal.(*AD).

















