PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG — Sesi diskusi Pertemuan Saudagar Parepare (PSP) 2026 pasca salat Dhuhur menjadi panggung strategis yang menegaskan peran sentral Ketua KADIN Kota Parepare, H. Idham Nusu, S.E., dalam mengarahkan semangat kolaborasi dunia usaha menuju langkah yang lebih konkret dan produktif.
Didapuk sebagai narasumber utama, H. Idham Nusu tampil sebagai figur yang tidak hanya merepresentasikan pelaku usaha lokal, tetapi juga menjadi jembatan gagasan antara kepentingan pemerintah daerah dan jejaring saudagar Parepare di perantauan. Bersama H. Saharuddin dari Kalimantan dan Sulaeman Hatta dari Jabodetabek Plus, forum diskusi berkembang dinamis dengan beragam perspektif strategis.
Kehadiran H. Surianto yang tetap didaulat tampil meski sempat tertahan waktu salat, semakin memperkaya diskursus, namun fokus utama tetap mengerucut pada gagasan besar yang disampaikan Ketua KADIN Parepare.
Dalam pemaparannya, H. Idham Nusu menegaskan bahwa inisiatif Pemerintah Kota Parepare melalui PSP 2026 merupakan langkah progresif yang harus disambut secara serius oleh kalangan pengusaha. Ia menilai, forum ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan instrumen penting dalam membangun ekosistem usaha yang sehat dan berdaya saing.
“Dunia usaha harus hadir sebagai mitra aktif pemerintah. PSP ini adalah momentum untuk menyatukan energi, memperluas jejaring, dan melahirkan kolaborasi nyata yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa penguatan iklim investasi tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada kesiapan pelaku usaha dalam membaca peluang, beradaptasi, dan membangun kepercayaan. Dalam konteks itu, KADIN Parepare, menurutnya, siap mengambil peran sebagai motor penggerak yang menjembatani kepentingan tersebut.
Pandangan dan arah yang disampaikan H. Idham Nusu menjadi benang merah dalam diskusi, sekaligus mempertegas posisi KADIN sebagai pilar strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Ia juga menggarisbawahi pentingnya membangun kolaborasi lintas wilayah, memanfaatkan kekuatan diaspora, serta menciptakan ekosistem usaha yang inklusif dan berkelanjutan.
Sementara itu, narasumber lainnya memperkuat urgensi konektivitas usaha antara Parepare dan daerah perantauan, baik dari sisi investasi, distribusi, maupun pengembangan pasar. Namun, gagasan yang muncul tetap selaras dengan arah besar yang telah diletakkan oleh Ketua KADIN Parepare.
Sesi diskusi ini tidak hanya menjadi ruang bertukar pikiran, tetapi juga panggung konsolidasi gagasan yang lebih terstruktur. Di bawah penguatan peran KADIN, harapan akan lahirnya kemitraan produktif semakin menemukan pijakan yang jelas.
PSP 2026 pun menegaskan bahwa kolaborasi ekonomi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Dan dalam konteks itu, kepemimpinan H. Idham Nusu sebagai Ketua KADIN Parepare tampil sebagai salah satu kunci penting dalam mengakselerasi langkah menuju Parepare yang lebih maju, sejahtera, dan kompetitif.(*Fr)

















