Beranda ADVERTORIAL 15 Hari Pasca Konferensi, Formatur PWI Sulsel Mulai Tuntaskan Penyusunan Kepengurusan Periode...

15 Hari Pasca Konferensi, Formatur PWI Sulsel Mulai Tuntaskan Penyusunan Kepengurusan Periode 2026–2031

MAKASSAR, SUARA AJATAPPARENG – Lima belas hari setelah ditetapkan melalui hasil Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan, tim formatur yang diberi mandat menyusun kepengurusan PWI Sulsel periode 2026–2031 mulai menunjukkan progres kerja yang signifikan.

Proses penyusunan kepengurusan yang dilakukan secara bertahap, terukur, dan mengedepankan semangat kebersamaan kini telah memasuki tahap pematangan. Sejumlah nama yang akan mengisi struktur organisasi disebut telah melalui proses komunikasi, rekonsiliasi, dan konsolidasi yang intensif.

Sebagaimana diketahui, Ketua PWI Sulawesi Selatan terpilih, H. Suwardi Thahir, bersama Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel, telah menunjuk empat tokoh pers sebagai formatur untuk mendampingi penyusunan kepengurusan masa bakti 2026–2031.

Formatur, yakni :
1. ​Suwardi Thahir (Ketua),
2. ​Sarjono (PWI Pusat),
3. ​Abdul Razak Arsyad (Perwakilan PWI Daerah),
​4. Mappiar (perwakilan wartawan senior),
5. ​Dahlan Abubakar (ketua DKP terpilih).
Jumlahnya 5 orang.

Mereka bertugas mendampingi Ketua Terpilih dalam menyusun komposisi kepengurusan yang diharapkan mampu menjawab tantangan organisasi sekaligus memperkuat peran PWI sebagai wadah profesional wartawan di Sulawesi Selatan.

Menurut H. Suwardi Thahir, proses penyusunan kepengurusan tidak hanya berfokus pada pembagian posisi struktural, tetapi juga mengedepankan pendekatan rekonsiliasi dan konsolidasi pascakonferensi.

“Semangat utama yang kami bangun adalah kebersamaan. PWI Sulsel harus menjadi rumah besar bagi seluruh anggota. Karena itu, kami melakukan komunikasi dan konsolidasi dengan berbagai pihak agar kepengurusan yang terbentuk nantinya benar-benar merepresentasikan semangat persatuan,” ujar Suwardi.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah membuka ruang dialog dengan berbagai elemen di internal organisasi, termasuk mengajak Amrullah Basri untuk bersama-sama berkontribusi dalam membangun PWI Sulsel ke depan.

Langkah tersebut dinilai sebagai wujud kedewasaan organisasi yang menempatkan kepentingan bersama di atas dinamika kompetisi yang terjadi dalam proses demokrasi organisasi.

Pengamat organisasi profesi menilai, rekonsiliasi pascakonferensi merupakan fondasi penting dalam menjaga soliditas dan keberlanjutan program kerja. Dengan merangkul seluruh potensi yang ada, organisasi akan lebih mudah menjalankan fungsi pembinaan, peningkatan kompetensi, serta perlindungan profesi wartawan.

Penyusunan kepengurusan yang inklusif juga diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan kolektif yang kuat, sehingga PWI Sulsel dapat semakin berperan dalam menjaga kualitas jurnalistik, memperkuat etika profesi, dan menghadirkan kontribusi positif bagi pembangunan daerah.

Dengan progres yang telah dicapai dalam kurun waktu dua pekan pascakonferensi, publik dan anggota PWI Sulsel kini menantikan finalisasi kepengurusan yang diharapkan menjadi representasi semangat persatuan, profesionalisme, dan pengabdian kepada organisasi.

Kepengurusan baru PWI Sulsel periode 2026–2031 diharapkan menjadi energi baru bagi penguatan ekosistem pers yang sehat, independen, dan bertanggung jawab, sekaligus menjawab berbagai tantangan dunia jurnalistik di era transformasi digital yang terus berkembang.(*AD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini