PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG – Kota Parepare kembali menorehkan prestasi membanggakan di dunia olahraga. Menjelang perhelatan Asian Games XX Aichi–Nagoya, Jepang, yang akan berlangsung pada 19 September–5 Oktober 2026, Parepare resmi ditetapkan sebagai lokasi Training Center (TC) Nasional cabang olahraga sepak takraw. Kepercayaan ini dinilai sebagai pengakuan atas kesiapan infrastruktur olahraga sekaligus peluang besar untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi dari daerah.
Ketua DPRD Kota Parepare, H. Kaharuddin Kadir, menyampaikan apresiasi atas keputusan Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) yang mempercayakan Parepare sebagai pusat pemusatan latihan nasional. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab yang harus dijaga bersama.
“Dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, Parepare yang dipilih sebagai lokasi TC nasional. Ini merupakan kebanggaan sekaligus kesempatan emas bagi daerah untuk menunjukkan kapasitasnya dalam mendukung pembinaan olahraga nasional,” ujar Kaharuddin usai menghadiri jamuan makan malam bersama atlet nasional sepak takraw di kediaman Ketua Umum PB PSTI, Prof. H. Surianto, Senin (13/7/2026).
Ia menilai, keberadaan GOR Gelora Mandiri Parepare beserta dukungan akses transportasi yang memadai menjadi salah satu faktor yang membuat Parepare layak menjadi lokasi pemusatan latihan.
Kaharuddin juga mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyaksikan secara langsung latihan para atlet nasional. Namun, ia mengingatkan agar antusiasme masyarakat tetap memperhatikan kenyamanan dan konsentrasi para atlet selama menjalani program latihan.
“Kehadiran masyarakat tentu menjadi motivasi bagi para atlet. Tetapi yang lebih penting adalah menjaga suasana latihan tetap kondusif sehingga program pelatnas dapat berjalan optimal,” katanya.
Menurut Kaharuddin, pemerintah daerah juga perlu memberikan dukungan secara maksimal, baik melalui penyediaan fasilitas olahraga maupun kebijakan yang berpihak pada pembinaan atlet.
“Kepercayaan ini jangan disia-siakan. Jika Parepare sukses menjadi tuan rumah pelatnas sepak takraw, bukan tidak mungkin ke depan kita kembali dipercaya menjadi lokasi pelatihan ataupun penyelenggaraan cabang olahraga lainnya. Ini momentum untuk menunjukkan komitmen nyata daerah terhadap kemajuan olahraga,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PSTI Kota Parepare, Yusuf Lapanna, menyebut penunjukan Parepare sebagai lokasi TC nasional merupakan anugerah sekaligus motivasi bagi seluruh insan olahraga di daerah.
“Kami bersyukur atas kepercayaan yang diberikan PB PSTI. Ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi keluarga besar sepak takraw, tetapi juga menjadi pemacu semangat bagi seluruh cabang olahraga di Parepare untuk terus meningkatkan prestasi,” ujarnya.
Yusuf optimistis, kehadiran atlet-atlet nasional selama pelatnas akan memberikan dampak positif, baik bagi pembinaan atlet muda maupun promosi Kota Parepare sebagai daerah yang mampu menjadi pusat kegiatan olahraga berskala nasional hingga internasional.
“Dengan adanya pelatnas ini, nama Parepare akan semakin dikenal. Kami berharap momentum ini dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem olahraga, meningkatkan pembinaan atlet usia dini, sekaligus menggerakkan sektor ekonomi masyarakat melalui kunjungan atlet, pelatih, dan ofisial,” pungkasnya.(*AD).

















