Beranda ADVERTORIAL H. Surianto Terima Undangan Menpora, Hadiri Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen Indonesia ke...

H. Surianto Terima Undangan Menpora, Hadiri Pengukuhan dan Pelepasan Kontingen Indonesia ke Asian Games 2026

Ketua Umum PB PSTI Dipanggil ke Jakarta, Saksikan Momentum Bersejarah Pelepasan Tim Merah Putih oleh Presiden Prabowo

JAKARTA, SUARA AJATAPPARENG — Komitmen Indonesia mempersiapkan kekuatan terbaik menuju 20th Asian Games Aichi-Nagoya 2026 memasuki tahapan penting. Pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Erick Thohir secara resmi mengundang Prof. Dr. H. Surianto AM, S.Ag., M.M. untuk menghadiri rangkaian pengukuhan dan pelepasan Kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026.

Undangan tersebut tertuang dalam surat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia Nomor B/PO.01.02/9.7.12/MPO/IX/2026, tertanggal Jakarta, 7 September 2026, yang ditujukan kepada Ketua Umum PB/PP Induk Organisasi Cabang Olahraga.

Undangan resmi tersebut menjadi penanda bahwa pimpinan induk organisasi cabang olahraga memiliki posisi penting dalam rangkaian keberangkatan Kontingen Indonesia menuju pesta olahraga terbesar di Asia.

Prof. Dr. H. Surianto AM, S.Ag., M.M. dijadwalkan hadir dalam dua agenda penting yang berlangsung Rabu, 9 September 2026 di Jakarta.

Agenda pertama adalah Pengukuhan Kontingen Indonesia menuju 20th Asian Games Aichi-Nagoya 2026, yang dijadwalkan berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai di Wisma Serbaguna GBK.

Selanjutnya pada pukul 15.00 WIB, rangkaian kegiatan berlanjut dengan Pelepasan Resmi Kontingen Indonesia menuju Asian Games 2026 oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara Jakarta.

H. Surianto dan Tanggung Jawab Sepak Takraw Indonesia

Kehadiran H. Surianto dalam agenda tersebut memiliki arti strategis, khususnya dalam konteks pembinaan dan perjuangan sepak takraw Indonesia.

Sebagai pimpinan PB PSTI, H. Surianto tidak hanya membawa mandat organisasi, tetapi juga membawa harapan keluarga besar sepak takraw Indonesia untuk memberikan kontribusi terbaik bagi kontingen Merah Putih.

Asian Games menjadi salah satu panggung paling bergengsi bagi atlet-atlet Asia. Karena itu, keberadaan pimpinan induk organisasi cabang olahraga dalam momentum pengukuhan dan pelepasan kontingen merupakan bagian dari mata rantai tanggung jawab pembinaan olahraga nasional.

Di arena pertandingan, atlet menjadi ujung tombak.

Namun di balik atlet terdapat pelatih, ofisial, pengurus cabang olahraga dan organisasi induk yang memiliki tanggung jawab memastikan seluruh proses pembinaan berjalan secara berkelanjutan.

H. Surianto berada dalam mata rantai tersebut.

Dari Pembinaan Menuju Panggung Asia

Perjalanan menuju Asian Games tidak dibangun dalam hitungan hari.

Ada proses panjang berupa seleksi atlet, pemusatan latihan, peningkatan kualitas teknik dan fisik, pembentukan mental bertanding, evaluasi, serta penguatan sistem organisasi.

Bagi PB PSTI, Asian Games 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan hasil pembinaan sepak takraw Indonesia sekaligus mengukur daya saing atlet di tengah semakin ketatnya persaingan olahraga Asia.

Kehadiran H. Surianto dalam rangkaian pengukuhan dan pelepasan kontingen juga menjadi simbol dukungan organisasi kepada para atlet yang akan membawa nama Indonesia.

Pesannya sederhana, tetapi fundamental:

atlet tidak boleh merasa berjuang sendirian.

Di belakang mereka ada organisasi, pemerintah, pelatih, keluarga dan masyarakat Indonesia yang menaruh harapan terhadap perjuangan Merah Putih.

Presiden Lepas Kontingen, Sebuah Amanah Kebangsaan

Agenda pelepasan resmi oleh Presiden Republik Indonesia di Istana Negara memberikan dimensi tersendiri bagi perjalanan Kontingen Indonesia.

Pelepasan tersebut bukan sekadar agenda protokoler.

Momentum itu menjadi bentuk kehadiran negara dalam memberikan dukungan kepada para atlet yang akan membawa nama Indonesia ke panggung internasional.

Bagi para pimpinan induk organisasi cabang olahraga, termasuk H. Surianto, momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa prestasi olahraga merupakan bagian dari wajah Indonesia di mata dunia.

Ketika atlet memasuki arena Asian Games, mereka tidak hanya membawa nama pribadi maupun cabang olahraga.

Mereka membawa Merah Putih.

Asian Games dan Masa Depan Olahraga Indonesia

Keikutsertaan Indonesia dalam Asian Games 2026 juga harus dilihat dalam perspektif pembinaan jangka panjang.

Prestasi tidak seharusnya berhenti pada perolehan medali dalam satu event. Setiap Asian Games harus menjadi bagian dari evaluasi dan pembangunan sistem olahraga nasional.

Karena itu, organisasi cabang olahraga memiliki peran penting dalam memastikan adanya regenerasi atlet, kompetisi yang berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih serta pembinaan yang dimulai dari tingkat daerah hingga nasional.

Dalam konteks sepak takraw, tugas tersebut menjadi semakin penting.

Indonesia memiliki tradisi dan potensi besar dalam cabang olahraga ini. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut terus dikembangkan agar mampu melahirkan prestasi yang konsisten di tingkat Asia dan dunia.

Dari Indonesia untuk Aichi-Nagoya

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026.

Sebelum para atlet bertolak menuju Jepang, negara memberikan penghormatan dan dukungan melalui pengukuhan serta pelepasan resmi kontingen.

H. Surianto akan menjadi bagian dari momentum tersebut.

Kehadirannya bukan hanya sebagai undangan, tetapi sebagai representasi dari tanggung jawab organisasi olahraga dalam mengawal perjuangan atlet Indonesia.

Dari Jakarta, doa dan dukungan dilepas.

Dari Aichi-Nagoya, perjuangan akan dimulai.

Dan dari arena pertandingan, seluruh bangsa menunggu satu hal yang sama:

Merah Putih berkibar setinggi-tingginya.

Bagi H. Surianto dan keluarga besar PB PSTI, Asian Games 2026 bukan sekadar agenda olahraga.

Ini adalah kesempatan untuk membuktikan bahwa pembinaan, kerja keras, disiplin dan kekuatan organisasi dapat bermuara pada prestasi yang membanggakan Indonesia.

Satu kontingen.
Satu perjuangan.
Satu Merah Putih.

SUARA AJATAPPARENG
Mengawal Prestasi, Menguatkan Semangat Negeri.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini