PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG — Parepare sebagai kota religius dengan luas hanya sekira 99,33 Km2, telah berdiri lebih dari 150 mesjid. Baru-baru ini kembali terbangun mesjid jami Andalusia berlokasi di Jalan Atletik Kota Parepare.
Untuk pertama kalinya mesjid jami Andalusia ini melaksanakan shalat Jumat perdananya pada Jumat 24 Maret 2023, bertepatan dengan 2 Ramadhan 1444 H siang tadi.
Bertindak selaku khatib yakni Ketua pembangunan mesjid jami Andalusia, Ustadz H.A. Abd. Rahman Saleh SE
Pasca pelaksanaan shalat Jumat, dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan sikap oleh Ketua DPW FPI Kota Parepare, Ustad Fahri Nusantara. Adapun pernyataan sikap tersebut adalah sebagai berikut:
Bismillahirrahmanirrahim
Sehubungan dengan adanya pelarangan buka puasa bersama maka kami DPW FPI Kota Parepare menyatakan sikap:
- Pandemi sudah konsisten terkendali, nyaris 100% penduduk Indonesia sudah punya kekebalan yang dapat diandalkan dengan adanya vaksin, PPKM sudah dicabut, artinya tidak ada lagi larangan kegiatan masyarakat, tidak ada lagi larangan kumpul kumpul, termasuk buka puasa yang tidak berlebihan.
- Ada baiknya surat arahan bapak Presiden yang melarang buka puasa bersama itu dicabut saja agar tak terus gaduh di bulan suci Ramadhan. Sebab melarang buka puasa bersama dengan alasan demi hidup sederhana apalagi karena covid sungguh tidak realistis dan tak menemukan momentumnya. Selanjutnya kami menyatakan bahwa buka puasa itu sederhana.
- Kami menilai tidak perlu ada larangan total bagi para pejabat dan pegawai pemerintah untuk mengadakan buka puasa bersama.
- Kami mengimbau masyarakat untuk buka puasa bersama di rumah masing masing bersama keluarga atau berbuka puasa bersama di mesjid bersama dengan jamaah mesjid atau buka puasa bersama di warung, restoran dan sebagainya. Jangan buka puasa sendiri sendiri.
Ustad Fahri menilai pelarangan ini tidak memenuhi rasa keadilan. “Pernikahan Kaesang di Solo, ribuan orang berkumpul – boleh, konser Musik DEWA 19, 65.000 orang berkumpul di JIS – boleh, konser Musik BLACKPINK 50.000 orang berkumpul di GBK – boleh. KTT G 20, ASEAN SUMMIT, MOTO GP, Formula E, U 20 dunia boleh,” beber Ustad Fahri.
Sementara berbuka puasa bersama, lanjut Fahri paling banyak puluhan sampai ratusan orang yang berkumpul, kenapa tidak boleh. (*)

















