Beranda ADVERTORIAL H. Surianto: Medali Perunggu Jadi Awal Kebangkitan Sepak Takraw Indonesia di Pentas...

H. Surianto: Medali Perunggu Jadi Awal Kebangkitan Sepak Takraw Indonesia di Pentas Dunia

Ketua PB. PSTI, DR. H. SURIANTO AM, S.AG.,M.M. memimpin Team Sepak Takraw Garuda Merah Putih Indonesia di Kualumpur-Malaysia.

MALAYSIA/KUALA LUMPUR, SUARA AJATAPPARENG — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Tim Nasional Sepak Takraw Indonesia pada ajang bergengsi TM ISTAF Sepaktakraw World Cup 2026 di Stadium Titiwangsa, Kuala Lumpur, Malaysia, 14–23 Mei 2026.

Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) periode 2026–2029, DR H. Surianto AM, S.Ag., M.M., skuad Garuda Merah Putih sukses meraih medali perunggu dunia pada kategori Beregu Pasukan (Team Regu Event).

Kejuaraan elit internasional tersebut diikuti oleh 14 negara kuat sepak takraw dunia, di antaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, Filipina, Brunei Darussalam, Myanmar, India, Korea Selatan, Jepang, China, Iran, dan Chinese Taipei (Taiwan).

Keberhasilan Indonesia menembus babak semifinal menjadi capaian penting dalam perjalanan kebangkitan sepak takraw nasional. Sebelum menghadapi Malaysia, tim Indonesia terlebih dahulu menunjukkan performa impresif dengan menaklukkan Filipina dan memastikan langkah menuju fase penentuan turnamen.

Namun perjuangan skuad Merah Putih akhirnya terhenti setelah menghadapi tekanan kuat dari tuan rumah Malaysia. Indonesia kalah dengan skor 0-2 pada laga semifinal yang berlangsung sengit dan penuh semangat juang.

Pada Match 1, Indonesia kalah dengan skor 7-15 dan 9-15. Sedangkan pada Match 2, tim Garuda tampil luar biasa hingga memaksa pertandingan berlangsung ketat dan dramatis sebelum akhirnya menyerah dengan skor 10-15, 17-16, dan 9-15.

Meski berhasil membawa pulang medali perunggu dunia, DR H. Surianto AM menunjukkan sikap rendah hati dan jiwa kepemimpinan yang besar. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Indonesia karena belum mampu mempersembahkan medali emas bagi Merah Putih.

“Pertama-tama kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia karena saat ini kami baru mampu meraih medali perunggu. Namun ini adalah bagian dari proses perjuangan besar tim nasional kita,” ujar H. Surianto.

Menurutnya, capaian tersebut tetap harus disyukuri dan dijadikan motivasi untuk memperkuat pembinaan sepak takraw Indonesia ke depan.

“Anak-anak sudah berjuang luar biasa. Mereka berhasil menaklukkan Filipina dan lolos ke fase penting turnamen, namun di semifinal kami diperhadapkan dengan tuan rumah Malaysia yang tampil sangat kuat di hadapan publiknya sendiri,” ungkapnya.

Sebagai Ketua Umum PB PSTI, H. Surianto menegaskan bahwa federasi tidak akan berhenti sampai di capaian perunggu. Ia memastikan PB PSTI akan melakukan evaluasi menyeluruh serta mempersiapkan tim nasional secara lebih matang untuk menghadapi kejuaraan internasional berikutnya di Thailand.

“Kedepan kami akan lebih mempersiapkan tim PSTI untuk menyambut kejuaraan di Thailand nanti. Kami berusaha meraih emas nantinya, minimal perak di kejuaraan Takraw Thailand,” tegasnya optimistis.

Komitmen tersebut menjadi sinyal kuat bahwa PB PSTI di bawah kepemimpinan H. Surianto AM tengah membangun fondasi baru sepak takraw nasional dengan orientasi prestasi internasional yang lebih besar dan berkelanjutan.

Kehadiran pemain senior dan legendaris Saiful Rijal atau yang dikenal sebagai Cak Syaiful juga menjadi bagian penting dalam perjalanan Indonesia di Piala Dunia kali ini. Pengalaman dan mental juaranya menjadi inspirasi bagi generasi muda yang mulai tumbuh dalam sistem pembinaan baru PB PSTI.

Prestasi perunggu dunia ini tidak hanya menjadi kebanggaan olahraga nasional, tetapi juga momentum kebangkitan sepak takraw Indonesia untuk kembali diperhitungkan sebagai salah satu kekuatan utama Asia.

Dengan semangat pembinaan, konsolidasi organisasi, dan target prestasi yang lebih tinggi, PB PSTI optimistis Indonesia mampu melangkah lebih jauh pada kejuaraan-kejuaraan dunia mendatang.(*AD)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini