
PAREPARE, SUARA AJATAPPARENG — Semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan Dr. H. Surianto AM pada momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Tahun ini, keluarga besar Alm. Abdul Mujib menyalurkan puluhan hewan kurban kepada masyarakat dan kaum duafa di wilayah Ajatappareng.
Sebanyak 14 ekor sapi kurban dengan rata-rata berat sekitar 150 kilogram disiapkan tahun ini. Selain itu, terdapat dua sapi unggulan dengan bobot istimewa, yakni satu ekor sapi jenis limosin seberat 670 kilogram dan satu ekor sapi brahma dengan berat mencapai 830 kilogram. Total berat kedua sapi tersebut mencapai sekitar 1,5 ton.
Jumlah tersebut memang lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 34 ekor sapi. Namun menurut Dr. H. Surianto AM, esensi kurban bukan terletak pada jumlah semata, melainkan pada keikhlasan dan nilai ibadah yang terkandung di dalamnya.
“Berkurban pada Hari Raya Idul Adha itu sudah menjadi bagian dari kewajiban bagi saya. Semua sapi kurban ini adalah ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat dan amanah yang diberikan,” ujar H. Surianto AM.
Hewan-hewan kurban tersebut didistribusikan untuk masyarakat yang membutuhkan di sejumlah daerah, di antaranya Kota Parepare, Cappakalae Kabupaten Pinrang, serta wilayah Simpo Kabupaten Sidrap. Penyaluran dilakukan dengan mengedepankan asas pemerataan agar manfaat kurban benar-benar dirasakan oleh kaum duafa dan masyarakat kurang mampu.
Momentum Idul Adha, menurut H. Surianto AM, bukan hanya tentang penyembelihan hewan kurban, tetapi juga tentang menanamkan nilai solidaritas sosial, kepedulian, dan mempererat hubungan kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Idul Adha mengajarkan kita arti pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Karena itu, kami ingin kebahagiaan hari raya juga dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan,” tambahnya.
Di kalangan masyarakat Ajatappareng, sosok H. Surianto AM dikenal luas sebagai pribadi yang dermawan dan memiliki kepedulian sosial tinggi. Konsistensinya dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan, termasuk penyaluran kurban setiap tahun, menjadi bentuk nyata pengabdian sosial yang terus dijaga.
Kegiatan kurban ini juga menjadi contoh positif bahwa semangat berbagi dapat menjadi energi sosial yang produktif dalam membangun rasa kebersamaan di tengah masyarakat. Selain bernilai ibadah, kurban juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan serta menumbuhkan empati terhadap sesama.
Dengan semangat Idul Adha, diharapkan nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong terus tumbuh di tengah kehidupan masyarakat, sehingga keberkahan hari raya benar-benar menghadirkan manfaat luas bagi semua kalangan.(*AD).
















