JAKARTA, SUARA AJATAPPARENG – Ketua Pengurus Besar Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI), Prof. Dr. H. Surianto AM, S.Ag., M.M., bersama Ketua International Sepak Takraw Federation (ISTAF), Boonchai Lorhpipat, secara resmi membuka Pelatihan Wasit Internasional Sepak Takraw di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Rabu (16/7/2026) pukul 15.00 WIB. Pelatihan ini akan berlangsung selama lima hari, 16–20 Juli 2026.
Pembukaan pelatihan turut didampingi oleh Datuk Abdul Halim Kader, selaku Secretary General ISTAF yang juga menjabat sebagai Presiden Asian Sepak Takraw Federation (ASTAF). Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Rektor Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Komarudin, M.Si., sebagai tuan rumah penyelenggara.
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari ini diikuti oleh para calon wasit internasional dari berbagai negara. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi, profesionalisme, serta pemahaman peserta terhadap peraturan dan standar kepemimpinan pertandingan sepak takraw sesuai regulasi internasional yang ditetapkan ISTAF.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Komarudin, M.Si. menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Universitas Negeri Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan pelatihan. Menurutnya, UNJ berkomitmen mendukung pengembangan olahraga melalui kolaborasi dengan organisasi olahraga nasional maupun internasional.
Sementara itu, Prof. Dr. H. Surianto AM, S.Ag., M.M. menegaskan bahwa peningkatan kualitas wasit merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga mutu, integritas, dan kredibilitas penyelenggaraan pertandingan sepak takraw di tingkat dunia. Ia menambahkan, PB PSTI akan terus mendukung berbagai program ISTAF dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul di bidang perwasitan.
Ketua ISTAF, Boonchai Lorhpipat, mengapresiasi dukungan PB PSTI dan Universitas Negeri Jakarta atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia berharap seluruh peserta dapat menyerap ilmu dan menerapkan standar kepemimpinan pertandingan sesuai ketentuan internasional, sehingga mampu melahirkan wasit-wasit profesional yang siap bertugas pada berbagai ajang regional maupun dunia.
Melalui pelatihan yang berlangsung 16–20 Juli 2026 ini, diharapkan lahir lebih banyak wasit berlisensi internasional yang mampu mendukung kemajuan sepak takraw dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan olahraga sepak takraw internasional.(*AD).

















