Suwardi Thahir Prioritaskan Pembaruan Database, Layanan Digital, dan Akselerasi UKW
MAKASSAR — Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan periode 2026–2031 di bawah kepemimpinan Ir. H. Suwardi Thahir, M.I.Kom., mulai memancang agenda transformasi organisasi. Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) wartawan, pembenahan tata kelola, serta modernisasi layanan berbasis digital menjadi sejumlah prioritas yang tengah disiapkan kepengurusan baru.
Suwardi menegaskan, PWI Sulsel ke depan harus mampu berkembang menjadi organisasi profesi yang terbuka, profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, sekaligus mampu menjadi rumah bersama bagi wartawan di Sulawesi Selatan.
“PWI Sulsel harus hadir sebagai rumah bersama untuk seluruh wartawan. Kita dorong organisasi ini agar senantiasa inklusif, profesional, serta siap menghadapi pesatnya dinamika dan tantangan industri pers saat ini,” ungkap Suwardi saat memberikan keterangan di Makassar, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, tantangan industri pers yang semakin kompleks menuntut organisasi kewartawanan tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital.
Karena itu, salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah modernisasi sistem pelayanan organisasi, termasuk optimalisasi platform digital dan pembenahan database keanggotaan.
Database Anggota Harus Akurat dan Terbarui
Suwardi memandang, database anggota merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun tata kelola organisasi yang transparan dan akuntabel.
Pemutakhiran data secara berkala diperlukan agar informasi mengenai anggota PWI Sulsel dapat dikelola secara lebih tertib, presisi, dan mudah diakses sesuai kewenangan.
Digitalisasi juga diarahkan untuk memangkas proses administratif yang selama ini membutuhkan waktu dan tenaga lebih besar.
“Integrasi layanan digital beserta pemutakhiran data anggota menjadi fondasi utama kami untuk mewujudkan PWI Sulsel yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada kemanfaatan bagi seluruh anggotanya,” tegasnya.
Akselerasi UKW Jadi Agenda Strategis
Di sektor peningkatan profesionalisme, kepengurusan PWI Sulsel 2026–2031 akan mengintensifkan pendidikan, pelatihan jurnalistik, serta mendorong lebih banyak wartawan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
Bukan sekadar meningkatkan jumlah peserta, Suwardi menekankan pentingnya mendorong peningkatan kompetensi dan angka kelulusan wartawan dalam UKW.
“Target kami adalah memperbanyak jumlah anggota yang mengantongi Lisensi Kompetensi sah lewat UKW. Ini menjadi krusial agar standar profesionalisme wartawan di Sulawesi Selatan terus naik kelas,” ujarnya.
Agenda tersebut dinilai penting di tengah perubahan lanskap media yang semakin cepat. Wartawan tidak hanya dituntut memiliki kemampuan jurnalistik, tetapi juga harus memahami perkembangan teknologi, etika profesi, verifikasi informasi, serta tantangan disrupsi digital.
PWI Sulsel Menuju Organisasi Modern dan Inklusif
Dengan kombinasi penguatan kompetensi wartawan dan pembenahan tata kelola organisasi, PWI Sulsel periode 2026–2031 diarahkan menjadi organisasi profesi yang lebih modern, inklusif, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan anggotanya.
Transformasi digital tidak semata-mata dimaknai sebagai pemanfaatan teknologi, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperbaiki kualitas pelayanan, meningkatkan akurasi data, memperkuat komunikasi organisasi, serta membangun tata kelola yang lebih efektif.
Di sisi lain, peningkatan kompetensi wartawan melalui pendidikan dan UKW menjadi investasi penting untuk menjaga marwah profesi sekaligus meningkatkan kualitas produk jurnalistik di Sulawesi Selatan.
Rumah besar wartawan Sulsel kini memasuki fase baru. Tantangannya bukan sekadar bagaimana mempertahankan eksistensi organisasi, tetapi bagaimana PWI Sulsel mampu menjawab perubahan zaman dengan tata kelola yang modern, data yang akurat, wartawan yang kompeten, serta organisasi yang benar-benar hadir untuk seluruh anggotanya.(*)

















